Begini Respon Anies Baswedan Soal Petisi Batalkan Formula E

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti kerja bakti pascabanjir di Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Ahad, 5 Januari 2019. Dengan mengenakan sarung tangan dan sepatu karet, Anies ikut mengangkut sampah sisa banjir bersama warga. TEMPO/Yusuf Manurung

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti kerja bakti pascabanjir di Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Ahad, 5 Januari 2019. Dengan mengenakan sarung tangan dan sepatu karet, Anies ikut mengangkut sampah sisa banjir bersama warga. TEMPO/Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi adanya petisi online yang menuntut pembatalan Formula E di Ibu Kota. Ajang balapan itu rencananya akan digelar pada Juni 2020.

    "Saya konsentrasi beres-beres ini dulu," kata Anies usai melakukan kerja bakti untuk membersihkan sampah pasca banjir di Kelurahan Makasar, Jakarta Timur pada Ahad, 5 Januari 2020.

    Petisi online itu dibuat oleh warga bernama Irawan Endro Prasetyo di laman change.org. Petisi ditujukan khususnya kepada Federasi Otomotif Internasional FIA, Ketua DPRD DKI Jakarta H. Prasetio E. Marsudi dan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta.

    "Jakarta saat ini menderita banjir besar yang menghancurkan sebagian besar wilayah kota. Ini adalah salah satu banjir terbesar dan terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah Jakarta, mengakibatkan kerusakan banyak bangunan, infrastruktur serta menelan korban jiwa," tulis Irawan dalam petisinya.

    Sang pengunggah menyoroti juga soal tindakan Anies yang memotong anggaran dana penanggulangan banjir di masa jabatannya dan menuding anggaran itu disalurkan untuk menggelar Formula E. Dia menyebut ajang balap jet darat tersebut sebagai, "Acara besar yang tentu saja tidak dibutuhkan dan diinginkan oleh orang-orang Jakarta."

    "Kami, warga Jakarta, dengan ini meminta Anda untuk membatalkan penyelenggaraan acara Formula-E FIA ABB 2020 di Jakarta. Kami membutuhkan semua sumber daya yang tersedia untuk membantu orang-orang dan membangun kembali kota kami, bukan untuk menyia-nyiakannya pada satu acara yang mengolok-olok penderitaan warga," ujar pembuat petisi.

    Sebelumnya pada Jumat, Anies telah membantah asumsi yang mengatakan bahwa anggaran Formula E berasal dari pemotongan dana penanggulangan banjir yang ada di Jakarta.

    "Itu bukan hanya tidak benar, tapi mengarang. Jadi saya enggak mau komentarin, yah," kata Anies ketika berkunjung di Rusun Lokbin Rawa Buaya, Cengkareng.

    Indonesia telah resmi masuk ke kalender balapan Formula E musim kompetisi 2020 yang dimulai November dan berakhir pada Juli. Sejumlah kota lainnya yang menggelar balap mobil elektrik itu yakni Ad Diriyah (Arab Saudi), Santiago (Cile), Mexico City (Meksiko), Hong Kong, Sanya (China), Roma (Italia), Paris (Prancis), Seoul (Korea Selatan), Berlin (Jerman), New York (Amerika Serikat), dan London (Inggris).

    Rencana anggaran untuk menggelar Formula E di Jakarta itu mencapai Rp 1,6 triliun. Sedangkan tahun 2020 alokasi APBD untuk penanggulangan banjir DKI Jakarta dilaporkan berkisar 1,1 persen dari total APBD DKI Jakarta tahun 2020 yang senilai Rp 87,9 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.