Jembatan Patal Kali Bekasi Bergeser Diterjang Arus Saat Banjir

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sisa pohon yang tumbang akibat diterjang banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 3 Januari 2020. Banjir terjadi sejak Rabu dinihari, 1 Januari 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Sisa pohon yang tumbang akibat diterjang banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 3 Januari 2020. Banjir terjadi sejak Rabu dinihari, 1 Januari 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bekasi - Jembatan besi di atas Kali Bekasi yang menghubungkan Kelurahan Margamulya dan Bekasi Jaya atau yang biasa disebut Jembatan Patal ditutup untuk kendaraan roda empat sejak Rabu malam lalu. Penyebabnya, jembatan mengalami pergeseran akibat dihantam arus ketika banjir parah menerjang Bekasi.

    "Ada pergeseran di bearing pad-nya (bantalan jembatan), perlu perbaikan," kata Kepala Seksi Pengembangan Jalan dan Jembatan di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Bekasi, Idi Susanto pada Ahad, 6 Januari 2019.

    Akibat pergeseran itu, penghubung jalan dan badan jembatan tersebut tampak retak sekitar setengah sampai satu sentimeter.

    "Kalau dibiarkan dalam jangka waktu yang lama takutnya ada pergeseran lagi, makanya harus segera ditangani," ujar Idi.

    Konstruksi jembatan itu telah diperiksa oleh konsultan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hasilnya, kata dia, jembatan masih aman dilintasi dengan beban maksimal truk engkel.

    "Besok pagi akan dibuka," kata dia.

    Idi mengatakan, perbaikan diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Menurut dia, bantalan jembatan harus diganti karena usianya sudah 20 tahun sejak jembatan dibuat pada tahun 1999.

    "Sekalian ditata ulang posisinya, dan pengaspalan," kata Idi.

    Ia mengatakan, selain Jembatan Patal, konsultan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga mengecek tiga jembatan yang melintang di atas Kali Bekasi dan juga diterjang banjir. Antara lain, Kemang Pratama, Teluk Pucung, dan Bojongmenteng.

    "Kalau Kemang Pratama hanya aspalnya saja, dua lainnya tidak masalah," kata Idi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.