Eks Karyawan Tempo yang Menghilang Saat Banjir Belum Ditemukan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Safari. Kredit: Istimewa

    Ahmad Safari. Kredit: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks karyawan Tempo, Ahmad Safari, masih belum ditemukan oleh pihak keluarga setelah menghilang saat banjir melanda kediamannya, Rabu, 1 Januari 2020. Lisnawati, istri dari Ahmad, mengatakan saat itu banjir tengah menggenangi rumahnya yang berada di Jalan Budhi Tanjung Sanyang, RT002/RW008, Cawang, Kramat jati, Jakarta Timur.

    Ia menceritakan, pada Rabu siang, keluarganya memutuskan untuk keluar dari rumah lantaran air sudah mulai masuk ke dalam.  Mereka hendak menuju ke lokasi posko pengungsian. Meski begitu, Ahmad meminta uang Rp 50 ribu dari Lisnawati.

    Tak memberikan alasan yang jelas, pria yang akrab disapa Dodi itu mengatakan hanya ingin ke depan sebentar.

    "Saya bilang tasnya ditaruh di sini aja tapi bilang lagi mau ke depan sebentar. Saya kasih uangnya," ujar Lisnawati lewat pesan pendek, Ahad, 5 Januari 2020. 

    Lisnawati mengira suaminya hanya hendak membeli makanan saja, namun, sampai selepas adzan Maghrib pria itu tak kunjung kembali. Anak mereka pun mulai mencari keberadaan Ahmad lantaran belum juga muncul di pengungsian hingga pukul 20.00 WIB.

    "Biasanya malamnya suka ada karena dia tau tempat pengungsiannya," tutur Lisnawati. 

    Hingga keesokan harinya saat banjir telah surut, Ahmad tak kunjung pulang. Lisnawati telah mengontak saudara-saudaranya, namun, hasilnya nihil. Anaknya pun telah mencari hingga ke daerah Kampung Melayu, Otista, Condet, Halim, Pasar Rebo, dan Kampung Rambutan. Kemarin, Sabtu, 5 Januari 2020, Lisnawati memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Kantor Kepolisian Resor Jakarta Timur.

    Berdasarkan keterangannya, saat meninggalkan rumah Ahmad mengenakan jaket abu-abu bertuliskan Tempo, celana panjang dengan warna senada, serta rambut diikat. Laporan di Polres Jakarta Timur itu terdaftar dengan nomor pengaduan 69/B/1/2020/Restro Jaktim. Lisnawati mengatakan belum ada informasi terbaru dari polisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.