Sempat Terendam Banjir 3 Meter, SDN Bintaro 05 Pagi Kembali Aktif

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bagian depan SDN 05 Bintaro, Jakarta Selatan, usai banjir surut Sabtu, 4 Januari 2020. ANTARA

    Suasana bagian depan SDN 05 Bintaro, Jakarta Selatan, usai banjir surut Sabtu, 4 Januari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bintaro 05 Pagi, Jakarta Selatan. kembali beroperasi pada hari ini setelah sempat diterjang banjir hingga 3 meter di kawasan itu pada 1 dan 2 Januari 2020.   

    Pada hari pertama masuk sekolah setelah libur semester dan banjir tahun baru 2020, tingkat kehadiran siswa SDN Bintaro 05 Pagi, cukup tinggi pada Senin, 6 Januari 2020. Sekitar 90 persen siswa datang ke sekolah.

    "Alhamdulillah sebagian besar siswa hadir hanya sekitar 10 persen yang izin tidak bisa hadir," kata Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Kesiswaan SDN Bintaro 05 Pagi, Muh Subagyo kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

    Menurut Subagyo, 10 persen siswa yang tidak hadir menyampaikan izin lewat aplikasi WhatsApp dengan alasan belum siap sekolah karena rumahnya masih berbenah, tidak memiliki peralatan sekolah, dan siswa tidak ada yang mengantar karena orang tuanya masih membereskan rumah dari lumpur dan sampah sisa banjir.

    Sesuai instruksi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta serta Suku Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta Selatan, sekolah tetap dimulai Senin hari ini sehingga para siswa pun mulai masuk sekolah.

    Sekolah dimulai dari pukul 06.30 dan para siswa sudah berdatangan ke sekolah tepat waktu. "Anak-anak tetap masuk sekolah, baik yang terkena banjir atau tidak mereka semangat untuk masuk sekolah di hari pertama semester," kata Subagyo.

    Kegiatan hari pertama dimulainya semester baru ini diawali dengan apel pagi diikuti seluruh siswa dan para guru. Setelah itu siswa dipersilahkan masuk ke kelas untuk diberikan pembekalan dan penguatan dari sekolah terkait musibah banjir yang terjadi di wilayahnya.

    "Kita sampaikan kepada anak-anak sebagai penguatan kepada mereka bahwa banjir adalah musibah yang harus kita terima dengan sabar dan lapang dada," kata Subagyo.

    Anak-anak juga diajak untuk melupakan urusan buku sekolah, seragam dan sepatu mereka yang hanyut disapu banjir, dengan kembali fokus belajar dan bermain di sekolah.

    "Kita sampaikan kepada mereka urusan sepatu, buku dan seragam nanti ada yang bantu," kata Subagyo.

    Rencananya sekolah hanya berlangsung setengah hari, untuk anak-anak kelas 1,2 dan 3, sekolah hanya sampai jam 09.00, sedangkan siswa kelas 4,5 dan 6 sampai jam 10.00.

    Pada hari pertama sekolah ini, siswa belum aktif belajar karena kondisi sekolah juga belum memadai setelah terendam banjir 3 meter.

    SDN Bintaro 05 Pagi terletak di dalam komplek perumahan IKPN Bintaro, Jakarta Selatan yang ikut diterjang banjir tahun baru 1-2 Januari 2020 dengan ketinggian mencapai tiga meter.

    Banjir luapan Kali Pesanggarahan yang jebol merendam permukiman warga, termasuk lantai dasar sekolah yang terdapat UKS, perpustakaan, musala dan kantin. Ruang belajar siswa ada di lantai dua dan tiga sehingga tidak terkena banjir dan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

    Jumlah siswa SDN Bintaro 05 Pagi tercatat 378 orang dari kelas satu hingga kelas enam. Sekitar 70 persen siswanya jadi korban banjir di komplek IKPN Bintaro akibat luapan Kali Pesanggrahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.