BPBD DKI: 3.106 Jiwa Korban Banjir Masih Mengungsi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak pramuka turut ikut membantu membersihkan sisa banjir di SDN Pejagalan 05 Pagi, Jakarta, Ahad, 5 Januari 2020. Beberapa buku sekolah dan CCTV rusak dan hanyut dibawa banjir yang berlangsung selama 4 hari tersebut. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Sejumlah anak pramuka turut ikut membantu membersihkan sisa banjir di SDN Pejagalan 05 Pagi, Jakarta, Ahad, 5 Januari 2020. Beberapa buku sekolah dan CCTV rusak dan hanyut dibawa banjir yang berlangsung selama 4 hari tersebut. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat masih ada 3.106 pengungsi korban banjir di Ibu Kota hingga hari ini, Senin, 6 Januari 2020. Kepala Pusat Data dan Analisis BPBD DKI, Muhammad Ridwan, mengatakan korban banjir yang mengungsi hingga hari ini tersebar di delapan lokasi penampungan.

    "Lokasi banjir hingga hari ini tinggal di kawasan Kelurahan Semanan, Jakarta Barat," kata Ridwan dalam keterangan tertulisnya.

    Ia menuturkan banjir di hari keenam di kawasan Semanan masih merendam permukiman warga di tiga RT di tiga RW, hingga ketinggian 150 cm. Total pengungsi dari kawasan banjir di Semanan, mencapai 2.867 jiwa.

    Selain korban banjir dari Semanan, sejumlah kawasan lain juga masih menyisakan pengungsian. Di kawasan Jakarta Utara pengungsi masih bertahan di satu lokasi penampungan. Begitu juga kawasan Jakarta Timur dan Selatan. "Masing-masing masih ada satu lokasi pengungsian," ujarnya.

    Secara keseluruhan, kata dia, kawasan di luar Semanan, banjirnya telah surut. Namun, warga masih ada yang mengungsi di lokasi banjir lainnya, karena rumah mereka masih perlu dibersihkan.

    "Lokasi banjir yang sudah surut, tapi masih ada pengungsinya karena mereka masih dalam tahap recovery. Dibersihkan dulu lumpurnya."

    Kepala BPBD DKI Subejo, mengatakan sejumlah wilayah di DKI memang masih tergenang. Menurut dia, wilayah yang masih tergenang bah karena berada di lokasi cekung. "Jadi satu-satunya cara harus ada pemompaan. Di sana air tidak bisa mengalir langsung ke kali."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.