Saksi Sebut Gedung Alfamart Sudah Miring Sebelum Roboh

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan toko swalayan Alfamart roboh di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat, Senin 6 Januari 2020. Petugas Basarnas, Damkar Jakbar, Polsek Palmerah, dan Satpol PP sudah dikerahkan guna mengamankan area di sekitar bangunan. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Bangunan toko swalayan Alfamart roboh di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat, Senin 6 Januari 2020. Petugas Basarnas, Damkar Jakbar, Polsek Palmerah, dan Satpol PP sudah dikerahkan guna mengamankan area di sekitar bangunan. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Polda Metro Jaya menyebut keganjilan sudah terlihat sebelum gedung Alfamart di Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat roboh pada Senin, 6 Januari 2020. Dari keterangan seorang saksi yang diperiksa oleh polisi menyebut bangunan yang terletak di Jalan Brigjen Katamso RT 04 RW 09 ini sudah miring sejak dua tahun lalu.

    Juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Pol, Yusri Yunus, mengatakan peristiwa gedung roboh yang dijadikan usaha minimarket ini terjadi sekitar pukul 09.10 WIB. Ambruknya bangunan diawali dari lantai ketiga yang menyebabkan efek berantai hingga lantai dua dan lantai satu.

    Menurut Yusri, korban luka akibat gedung roboh ialah warga yang sedang melintas di gang bagian sisi kanan gedung. Ia mengatakan korban tertimpa tembok pembatas dari lantai kedua gedung.

    Proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim Pemadam Kebakaran dan Dinas Kesehatan Kota Jakarta serta BPBD DKI Jakarta masih berjalan. Yusri meminta  awak media bersabar ihwal penyebab robohnya gedung Alfamart karena polisi sedang olah tempat kejadian perkara (TKP). 

    "Data sementara korban jiwa nihil. Hanya tiga orang luka dan untuk kerugian materiil masih dalam penghitungan," kata Yusri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.