Korban Banjir Bekasi Dibacok Kawanan Begal Saat Cari Bantuan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pemuda korban banjir Bekasi diserang sekawanan begal saat hendak mencari bantuan di Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan. Pemuda bernama Fadli Prabu (22) itu diserang saat sedang menelepon untuk minta pertolongan akibat rumahnya kebanjiran.

    "Korban Fadli mengalami luka bacok pada bagian lengan sebelah kanan setelah mempertahankan ponselnya yang hendak dirampas kawanan bandit jalanan," kata Kapolsek Tambun, Kompol Siswo, Senin 6 Januari 2020.

    Siswo mengatakan pelaku pembacokan telah ditangkap. Pelaku bernama Aldo (17) kini telah meringkuk di Polsek Tambun sementara satu rekannya melarikan diri.

    Siswo mengatakan saat kejadian korban Fadli sedang menelepon rekannya untuk meminta bantuan lantaran rumahnya terendam banjir.

    "Korban sedang menelepon di pinggir jalan, tiba-tiba pelaku menggunakan sepeda motor mencoba merampas ponsel yang sedang dipegang korban," kata Siswo.

    Korban Fadli sebenarnya berhasil mempertahankan ponselnya namun nahas pelaku bersenjata celurit itu turun dari kendaraan dan langsung menyabet lengan kanan korban.

    "Ponsel korban dirampas, pelaku lalu kabur namun korban masih tetap melakukan pengejaran," ucap dia.

    Aksi kejar-kejaran antara keduanya pun terjadi hingga petugas yang sedang melakukan observasi kemudian melihat dan melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil menangkap satu dari dua pelaku.

    "Pelaku kami tangkap saat kondisi jalan ramai, sementara pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran petugas," kata Siswo.

    Dalam kejadian penyerangan terhadap korban banjir Bekasi ini petugas menyita barang bukti berupa ponsel jenis Redmi 5 Pro dan sebilah celurit sementara motor milik pelaku dibawa oleh tersangka yang kabur. Begal itu kini menghadapi Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.