Banjir Bekasi, PNS Dikerahkan Kerja Bakti Bersihkan Lumpur

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengguna jalan melewati tumpukan sampah pasca banjir di Duren jaya, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 5 Januari 2020. Petugas kemudian membawa sampah tersebut ke TPA Sumur Batu. ANTARA

    Pengguna jalan melewati tumpukan sampah pasca banjir di Duren jaya, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 5 Januari 2020. Petugas kemudian membawa sampah tersebut ke TPA Sumur Batu. ANTARA

    TEMPO.CO, Bekasi - Hingga Senin, masih banyak lumpur dan sampah menumpuk di sejumlah permukiman yang terdampak banjir Bekasi sehingga pemerintah kota mengerahkan seluruh pegawainya untuk kerja bakti. Para PNS diminta membantu bersih-bersih di lingkungan warga terdampak banjir parah supaya aktivitas warga korban banjir segera pulih.

    "Karena sudah seharusnya pemerintah hadir untuk masyarakat," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Senin, 6 Januari 2020.

    Banjir parah melanda wilayah Kota Bekasi pada Rabu-Kamis lalu. Identifikasi pemerintah titik banjir tersebar di 93 titik dengan ketinggian bervariasi. Ada yang mencapai empat meter lebih. Kondisi terparah berada di Kompleks Pondok Gede Permai, Vila Jatirasa, Kemang IFI, dan sejumlah titik lain.

    "Kepada warga Kota Bekasi, tetap semangat dan yakin kita bisa bangkit bersama setelah bencana ini," ujar Rahmat.

    Warga melintasi sisa sampah dan lumpur akibat diterjang banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 3 Januari 2019. Menurut warga di kawasan itu, banjir tersebut salah satu yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menurut dia, Pemerintah Kota Bekasi mengerahkan semua aparatur untuk turun ke lapangan membantu warga bersama-sama dan bahu-membahu membersihkan sisa-sisa lumpur, serta merehabilitasi fasilitas umum dan lingkungan yang terdampak banjir.

    Rahmat Effendi juga meninjau tebing pembatas aliran Kali Bekasi dari Perumahan Mitra Lestari hingga Perumahan Pondok Gede Permai. Menurut dia, wilayah di sekitaran daerah aliran sungai rentan banjir bila debit air datang dalam jumlah besar secara tiba-tiba. "Maka solusinya akan direnovasi tanggul-tanggul yang jebol dan yang sudah tidak mampu menampung air dalam jumlah besar," katanya.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.