Enam Hari Usai Banjir, Begini Kondisi Terkini Vila Nusa Indah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi kompleks perumahan Vila Nusa Indah 2 yang ditempati aktor Kevin Andrean saat banjir pada Rabu, 1 Januari 2020. Instagram kev_andrean

    Kondisi kompleks perumahan Vila Nusa Indah 2 yang ditempati aktor Kevin Andrean saat banjir pada Rabu, 1 Januari 2020. Instagram kev_andrean

    TEMPO.CO, Bekasi - Enam hari setelah banjir melanda, sebagian Kompleks Vila Nusa Indah di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor masih tertutup lumpur tebal dan sampah. Bahkan ada ruas jalan yang masih tergenang hingga Selasa, 7 Januari 2019.    

    Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas, Puarman mengatakan, masih cukup banyak sampah sisa banjir belum diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA). Lumpur juga masih tebal. "Belum 50 persen, termasuk rumah-rumah warga," kata Puarman, Senin sore, 6 Januari 2020.

    Kompleks Vila Nusa Indah terdampak banjir paling parah akibat meluapnya Kali Bekasi bersama dengan komplek Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi. Banjir merendam rumah penduduk hingga lima meter pada Rabu siang lalu. Banjir baru surut pada Kamis atau sehari berikutnya.

    Gozhi, warga di Blok V 15 mengatakan kebutuhan paling mendesak adalah pembersihan lumpur di jalan lingkungan dan pengangkutan sampah sisa banjir. Sejauh ini, kata dia, belum ada instansi pemerintah membantu membersihkannya apalagi mengangkat sampah dan lumpur di lingkungannya. "Kalau di blok lain sebagian sudah," kata Gozhi.

    Menurut Gozhi, sebagian rumah warga Vila Nusa Indah di Kabupaten Bogor itu sudah bersih dari lumpur sisa banjir. Sebab, begitu listrik menyala, warga langsung membersihkan rumah menggunakan air bersih dari pompa air karena aliran air PAM sangat kecil. 

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.