Anies Sebut Banjir dari Hulu, Wakil Dewan DKI juga Sependapat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pembukaan Festival Jakarta Sehat 2018 di Monas, Jakarta Pusat pada Ahad, 9 September 2018. Tempo/Zara Amelia

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pembukaan Festival Jakarta Sehat 2018 di Monas, Jakarta Pusat pada Ahad, 9 September 2018. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua DPRD DKI, Muhammad Taufik, mengatakan salah satu faktor penyebab banjir besar di ibu kota adalah air kiriman dari kawasan hulu di Bendungan Katulampa, Bogor. "Banjir itu memang dari hulu. Air dari Katulampa dari sampai ke Jakarta tidak tertampung. Luber dah ke mana-mana," kata Taufik saat dihubungi, Senin, 6 Januari 2020.

    Menurut Taufik, kiriman air bah dari hulu bisa dilihat secara kasat mata. Setiap air di Bendungan Katulampa, Bogor, meluap, kata dia, hampir dapat dipastikan sebagian wilayah yang berada di bantaran Ciliwung di DKI terendam.

    "Itu kasat mata. Kan kasat mata tumpahan air Katulampa itu. Jadi selebihnya ke depan kami ajak duduk bareng," ujarnya. "Jalur air Katulampa itu kiri kanan kami ingin dibangunkan waduk. Kami akan support pembiayaan. Berapa kilometer harus ada waduk."

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan banjir di Jakarta adalah kiriman dari hulu sungai yang ada di Kabupaten Bogor. Anies menyebut jika Pemerintah Kabupaten Bogor bisa mengendalikan air, maka banjir di Jakarta tidak akan terjadi.

    Menanggapi hal itu Bupati Bogor, Ade Yasin selama ini sudah berupaya keras melakukan cara mulai dari normalisasi sungai, hingga pembersihan situ-situ untuk menampung air. Sehinga dia mengaku aneh kenapa masih disalahkan dan juga heran Anies menyebutkan banjir yang terjadi di Jakarta, akibat kiriman dari Bogor.

    "Jangan saling salahkan, harusnya masing-masing kepala daerah itu fokus terhadap permasalahan yang ada di wilayahnya," ucap Ade.

    Banjir yang terjadi di Jakarta akibat hujan yang terus menerus dan merata, sehingga mulai dari hulu hingga hilir terjadi luapan. Bahkan saat pertama hujan deras turun di mulai sejak Selasa sore 31 Desember 2019 hingga Rabu siang 1 Januari 2020, bahkan banjir pun tidak hanya melanda Jakarta di beberapa wilayah lainnya termasuk Kabupaten Bogor pun banjir melanda, bahkan korban tewas lebih banyak.

    "Harusnya saling gotong royong, pemerintah daerah, provinsi dan pusat dalam menanggulangi bencana ini, jangan menyalahkan," kata Ade sambil mengatakan dirinya bingung Anies Baswedan menyamakan dirinya dengan tokoh kartun yang punya kekuatan mengendalikan air. "Emang saya Avatar."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.