Kantor Masih Bau Bekas Banjir, 4 Instansi di Bekasi Layani Warga

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi sisa sampah dan lumpur akibat diterjang banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 3 Januari 2019. Menurut warga di kawasan itu, banjir tersebut salah satu yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga melintasi sisa sampah dan lumpur akibat diterjang banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 3 Januari 2019. Menurut warga di kawasan itu, banjir tersebut salah satu yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bekasi - Empat instansi pemerintahan Kota Bekasi di kompleks perkantoran Jalan Juanda, sudah membuka pelayanan kepada masyarakat kendati kantor masih bau bekas banjir. Keempat instansi ini adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Sosial.

    "Sudah mulai membuka pelayanan, walaupun masih belum sempurna," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kota Bekasi, Taufik Rachmat, Selasa, 7 Januari 2020.

    Belum sempurna, kata dia, karena kondisi di dalam gedung perkantoran masih bau bekas banjir. Lalu alat-alat belum sepenuhnya bisa digunakan karena banyak yang terendam banjir. "Kami tetap upayakan maksimal memberikan pelayanan," kata Taufik.

    Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi, Sayekti Rubiah menambahkan, sejumlah instansi lain yang berada satu komplek dengen Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga telah membuka pelayanan. "Seperti layanan perizinan di DPMPTSP," kata Sayekti.

    Komplek perkantoran milik pemerintah di Jalan Juanda sempat terendam banjir hingga 1,5 meter pada Rabu lalu. Banjir mulai surut pada Kamis sore. Di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sedikitnya ada 25 unit alat perekam KTP Elektronik, 30 komputer, dan hampir 50 persen berkas kependudukan terendam banjir.

    Banjir di sini disebabkan meluapnya Kali Bekasi. Arus deras mengalir dari kali menuju ke Jalan Kartini lalu masuk ke Jalan Juanda hingga menembus ke perkampungan di Bekasi Jaya. Ketinggian bervariasi mulai dari 1,5 meter hingga tiga meter.

    Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menambahkan, sebagian besar tempat pelayanan publik hingga fasilitas sosial yang terendam banjir sudah beroperasi sejak kemarin. Ia mengatakan, lokasi-lokasi tersebut menjadi prioritas karena untuk melayanai masyarakat. "Ada sekolah, puskesmas, dan lainnya," kata Tri.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.