Enam Hari Setelah Banjir, DPRD DKI Baru Tengok Korban Banjir

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPRD DKI Jakarta dari berbagai fraksi saat ditemui awak media usai mengunjungi korban banjir di Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat pada Selasa, 7 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Anggota DPRD DKI Jakarta dari berbagai fraksi saat ditemui awak media usai mengunjungi korban banjir di Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat pada Selasa, 7 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Enam hari setelah- banjir, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta mendatangi salah satu daerah terdampak di Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa, 7 Januari 2020. Mereka yang berasal dari Fraksi Gerindra, NasDem, Golkar, PSI, Demokrat, PAN, PDIP datang untuk berbicara dan memberi bantuan kepada para korban.

    "Kami turun untuk membuktikan kepada masyarakat, ini yang harus dilakukan oleh seorang anggota DPRD, melihat langsung permasalahan," ujar Ketua Fraksi NasDem, Wibi Andrino di lokasi.

    Ketua Fraksi Gerindra, Rani Mauliani mengatakan bantuan yang diberikan sebatas hanya bahan pangan seperti beras dan lain-lain. Ia berujar, bantuan lain akan dikoordinasikan dengan pemerintah DKI Jakarta.

    "Jadi minimal masih bisa masak nasi," kata dia.

    Walau sudah hampir sepekan, air di wilayah Semanan masih belum surut sepenuhnya. Ketua Fraksi Golkar, Basri Baco berujar, banjir disebabkan karena wilayah RW01 Kelurahan Semanan terkepung oleh berbagai macam bangunan. Salah satunya adalah Rusun.

    "Tadinya di situ ada gorong-gorong besar untuk menyalurkan air dari sini ke kali besar. Ternyata setelah bangunan itu dibentuk gorong-gorong hanya dikasih kecil," kata dia yang mengaku mendapat informasi dari tokoh masyarakat sekitar.

    Ketua RT10/RW01 Semanan, Gunawan meminta DPRD DKI memperhatikan wilayahnya agar banjir tidak berulang. Terutama, soal saluran air dengan gorong-gorong yang berukuran kecil. Walau sudah ada pompa, Gunawan menilai jumlahnya tak cukup untuk menyedot air. "Jadi kalau itu tidak disedot air tidak akan kering," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.