Polisi Tembak Mati Pelaku Penodongan di Tanjung Duren, Sebab...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penodongan atau perampokan dengan senjata tajam. Shutterstock

    Ilustrasi penodongan atau perampokan dengan senjata tajam. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat tembak mati pelaku penodongan yang kerap kali meminta uang korbannya dan melukai dengan senjata tajam.

    Kepala bidang humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan pelaku penodongan berinisial MI menyerang petugas dengan golok saat akan ditangkap di kawasan Latumenten.

    "Saat penangkapan, tersangaka mengeluarkan senjata tajam yang dianggap membahayakan nyawa petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur sesuai SOP," ujar Yusri di Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

    Setelah berhasil melumpuhkan korban dengan tembakan, polisi membawa pelaku MI ke RS Kramat Jati dan meninggal dunia dalam perjalanan.

    Berdasarkan keterangan yang didapat, pelaku merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan penganiayaan.

    Pelaku juga kerap melakukan aksinya di sekitar Jalan Semeru Raya sampai Jalan Latumenten. Selain itu, juga diketahui pelaku melakukan kejahatan selama 11 kali, dengan tujuh laporan pengaduan polisi.

    "Pelaku merupakan preman di daerahnya yang membuat masyarakat resah selalu berpindah-pindah. Pencarian selama tujuh hari, barulah pelaku kita temukan," ujar Yusri.

    Yusri mengatakan pelaku sebelum melakukan aksinya, selalu mengonsumsi obat-obatan terlarang untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

    Dari pengungkapan kasus tersebut, petugas menyita barang bukti obat terlarang berupa 15 strip obat jenis Tramadol, lima strip obat Tramadol jenis HCL, 42 butir pil Eximer warna kuning, 25 butir pil eximer warna putih.

    Penangkapan yang berujung polisi tembak mati pelaku tersebut menanggapi kasus dua warga Tambora, Wijaya (40) dan Aswin (29) menjadi korban penodongan oleh sekelompok warga tak dikenal di Jalan Semeru Raya, Tanjung Duren, Jakarta Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.