Reynhard Sinaga Betah di Inggris Karena Lebih Liberal

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selain memberikan obat bius pada para korbannya Reynhard Sinaga, merekam aksi bejatnya menggunakan ponselnya. Aksi Reynhard terbongkar saat salah satu korban tiba-tiba sadar dan sadar dirinya sedang diperkosa. manchestereveningnews.co.uk

    Selain memberikan obat bius pada para korbannya Reynhard Sinaga, merekam aksi bejatnya menggunakan ponselnya. Aksi Reynhard terbongkar saat salah satu korban tiba-tiba sadar dan sadar dirinya sedang diperkosa. manchestereveningnews.co.uk

    TEMPO.CO, JakartaReynhard Sinaga, predator seks yang dihukum seumur hidup karena melakukan 159 kasus pemerkosaan di Inggris disebut enggan pulang ke Indonesia. Media Inggris Daily Mail menyebut Reynhard lebih menyukai kehidupan di Inggris yang lebih liberal.

    Daily Mail mewawancarai rekan Reynhard yang tak mereka sebutkan namanya. Berdasarkan keterangan temannya itu, Reynhard selalu menutupi kehidupan seksualnya sebagai gay dari keluarganya.

    "Kesan saya, keluarganya mencurigai dia tak normal tetapi dia tak pernah memberitahukan mereka bahwa dia gay. Dia selalu mengganti gaya rambut dan pakaiannya ketika pulang (ke Indonesia)," ujar si rekan tersebut.

    Kondisi masyarakat Indonesia yang masih belum bisa menerima gay secara terbuka, menurut rekannya itu, merupakan alasan utama Reynhard enggan pulang. Dia lebih menikmati kehidupan di Manchester, Inggris, yang lebih toleran terhadap gay.

    Karena itu pula, dia memilih tinggal di kawasan Montana House yang sangat dekat dengan perkampungan gay di Manchester. Bahkan, si rekannya itu menyatakan bahwa Reynhard sangat sering bergonta-ganti pasangan selama menetap di sana.

    "Keluarganya sangat kaya sehingga dia tak perlu bekerja dan dia selalu bisa berkencan dengan orang berbeda setiap pekannya, itu yang saya ingat," kata sumber Daily Mail itu.

    Selama di Inggris, Reynhard juga disebut berteman dengan dua orang gay yang dia sebut sebagai, "Orang tua gay saya."

    Si rekan tersebut juga mengaku mendengar kabar bahwa orang tua Reynhard pernah mencoba memaksanya pulang dengan cara mencarikan gadis untuk dia nikahi. "Orang tuanya mencoba menjodohkan dia dengan beberapa gadis dari negaranya. Mereka ingin dia menikah dan memiliki keluarga," lanjut si rekannya tersebut.

    Reynhard Sinaga tinggal di Inggris sejak 2007 lalu ketika dia melanjutkan studi di Universitas Manchester. Lulusan Strata 1 Arsistektur Universitas Indonesia tersebut mengambil gelar master di bidang Perencanaan. Dia juga mengambil gelar master di bidang Sosiologi di universitas yang sama dan lulus pada 2011. 

    Setelah itu, Reynhard meneruskan jenjang pendidikannya dengan mengambil program doktoral Geografi di Universitas Leeds. Namun pada 2017 dia ditangkap polisi karena diduga melakukan percobaan pemerkosaan terhadap seorang pria.

    Dia lantas ditangkap dan kepolisian menemukan bukti berupa rekaman video pemerkosaan yang dia lakukan terhadap banyak pria. Menurut Kepolisian Manchester, Reynhard memperkosa korbannya setelah sebelumnya dia membius mereka. Kasus ini disebut sebagai kasus pemerkosaan terbesar di Inggris.

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.