Sekolah Penuh Lumpur Banjir, Orang Tua Murid Diminta Kerja Bakti

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang tua murid SD Negeri Bintaro 05 Pagi, Jakarta Selatan melakukan gotong royong membersihkan lumpur sisa banjir di sekolah, Rabu 8 Januari 2020. (ANTARA/HO-SDN Bintaro 05 Pagi)

    Sejumlah orang tua murid SD Negeri Bintaro 05 Pagi, Jakarta Selatan melakukan gotong royong membersihkan lumpur sisa banjir di sekolah, Rabu 8 Januari 2020. (ANTARA/HO-SDN Bintaro 05 Pagi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bintaro 05 Pagi, 
    Jakarta Selatan, ikut kerja bakti membersihkan lumpur sisa banjir di pekarangan sekolah.

    "Hari ini kami mendapat bantuan para orang tua siswa yang gotong royong membersihkan lumpur sisa banjir yang ada di sekolah," kata Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Kesiswaan SDN Bintaro 05 Pagi, Muh Subagyo, Rabu 8 Januari 2019. 

    Subagyo menyebutkan kegiatan membersihkan lumpur sisa banjir yang menutupi sekolah usai diterjang banjir pada 1-2 Januari 2020 telah dilakukan sejak Sabtu lalu. Kegiatan bersih-bersih sekolah hari pertama melibatkan 13 guru dan juga kepala sekolah serta dibantu relawan salah satu partai.

    "Hari pertama bersih-bersih cuma bisa membersihkan sekitar 60 persen lumpur sisa banjir, sisanya dilanjutkan Minggu," kata Subagyo.

    Menurut Subagyo, usai dihantam banjir setinggi tiga meter sekolah tertutup lumpur dengan ketinggian hingga tiga sentimeter. Banjir menerjang lantai dasar sekolah yang terdapat perpustakaan, UKS, musala, kantin dan gudang.

    Banjir juga merusak 10 ribu eksemplar buku bacaan siswa yang ada di perpustakaan, peralatan musik di ruang kesenian, hingga peralatan UKS.

    Subagyo mengatakan butuh waktu sepekan untuk benar-benar membersihkan sekolah dari lumpur sisa banjir. Seperti lumpur yang menempel di pintu dan jendela UKS, anak tangga dan di pekarangan samping sekolah. Lumpur ini juga menutup akses siswa berjalan dari belakang ke musala.

    "Kalau masih lumpuran begini kan tidak nyaman buat siswa beraktivitas, kita minta bantuan orang tua, sehingga lebih cepat bersihkan lumpurnya," katanya.

    Kendati sempat terendam banjir 3 meter akibat luapan Kali Pesanggrahan setelah diguyur hujan pada malam pergantian tahun, kegiatan belajar mengajar di SDN Bintaro 05 Pagi tidak terhambat. Seluruh ruang belajar ada di lantai dua dan tiga.

    "Hari ketiga ini siswa sudah efektif belajar, siswa yang terdampak banjir masih tetap ke sekolah dengan pakaian seadanya dan tidak membawa peralatan sekolah," kata Subagyo.

    SDN Bintaro 05 Pagi di komplek IKPN Bintaro Jakarta Selatan terdampak banjir akibat luapan Kali Pesanggrahan pada Rabu, 1 Januari 2020. Tanggul jebol menyebabkan banjir merendam pemukiman warga hingga menyebabkan warga mengungsi selama beberapa hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.