Antisipasi Banjir, Wali Kota Tangerang Andalkan Situ Bulakan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atas: Warga membersihkan rumah pascabanjir di Pondok Arum, Kota Tangerang, Banten, Sabtu, 4 Januari 2020. Bawah: Ratusan rumah warga terendam banjir di Perumahan Pondok Arum, Tangerang, Banten, Kamis, 2 Januari 2020. Banjir yang merendam setinggi atap rumah tersebut disebabkan karena meluapnya air dari Kali Sabi. ANTARA/Fauzan/Muhammad Iqbal

    Atas: Warga membersihkan rumah pascabanjir di Pondok Arum, Kota Tangerang, Banten, Sabtu, 4 Januari 2020. Bawah: Ratusan rumah warga terendam banjir di Perumahan Pondok Arum, Tangerang, Banten, Kamis, 2 Januari 2020. Banjir yang merendam setinggi atap rumah tersebut disebabkan karena meluapnya air dari Kali Sabi. ANTARA/Fauzan/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Tangerang akan mengoptimalisasi fungsi sejumlah situ yang ada di wilayahnya untuk antisipasi banjir akibat curah hujan tinggi. 

    Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah bersama sejumlah pejabat Dinas PUPR Kota Tangerang meninjau Situ Bulakan, Kecamatan Periuk untuk mengecek kapasitas debit air yang dapat ditampung di Situ Bulakan.

    "Pintu airnya coba dibuka, biar airnya bisa dialirin ke sungai. Jadi bisa untuk nampung air lagi Situ Bulakannya," ujar Arief, Rabu, 8 Januari 2020.

    Wali Kota menekankan langkah tersebut merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan guna menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di bulan Januari ini. "Kita belajar dari peristiwa kemarin, makanya sekarang kita cek lagi saluran air dan situ agar waktu hujan tiba debit air bisa terkendali," papar Arief.

    Selain Situ Bulakan, Arief juga meninjau Situ Cipondoh yang juga memiliki fungsi yang sama dengan Situ Bulakan sebagai sarana penampung air.

    "Dibuka dulu pintu airnya, sehingga debit airnya bisa jauh berkurang untuk menampung air hujan," ujarnya.

    Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Decky Priambodo mengatakan, sampah di seluruh situ saat ini terus dibersihkan. Petugas pun melakukan penyaluran air untuk antisipasi ketika debit air meningkat ketika banjir.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.