Gatot Eddy Pramono: Media dan Polisi Simbiosis Mutualisme

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy (kiri) berbincang dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana usai serah terima jabatan di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy (kiri) berbincang dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana usai serah terima jabatan di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Daerah Metro Jaya hari ini menggelar upacara pisah sambut untuk Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono. Dalam acara tersebut, Gatot menyampaikan pesan dan kesannya terhadap para jurnalis yang selama ini bekerja bersamanya.

    "Antara teman media dan polisi ini simbiosis mutualisme. Kami butuh kalian dan kalian butuh kami untuk perkembangan informasi kepada publik," ujar Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Januari 2020.

    Gatot menerangkan selama menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya sering mendapat kritik dari para pewarta. Hal itu ia jadikan sebagai masukkan agar bisa lebih baik dalam menjaga keamanan di Ibu Kota.

    "Saya itu orangnya terbuka dengan teman semua. Kalau ada masukkan ya saya anggap itu konstruktif dan betul, kalau enggak ya kami jalan terus," ujar dia.

    Posisi Gatot di Kapolda Metro Jaya digantikan oleh Inspektur Jenderal Nana Sudjana. Nana sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Nusa Tenggara Barat. Posisinya di sana kini digantikan oleh Inspektur Jenderal Tomsi Tohir yang sebelumnya merupakan Kepala Kepolisian Daerah Banten.

    Penunjukan Nana sebagai Kapolda Metro Jaya berdasarkan telegram rahasia Kapolri ST/3331/XII/KEP./2019 tertanggal 20 Desember 2019. Ia tercatat sebagai lulusan Akpol 1988 dan merupakan teman satu angkatan Idham Azis dan Gatot Eddy selama mengemban pendidikan di Akpol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.