DPRD DKI Bakal Bentuk Pansus Banjir Jakarta

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat enam hari pasca banjir, Selasa, 7 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kondisi Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat enam hari pasca banjir, Selasa, 7 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco mengatakan anggota dewan bakal mengusulkan pembentukan panitia khusus (Pansus) banjir yang menerjang Ibu Kota pada awal 2020. "Sudah ada enam partai yang setuju untuk pembuatan Pansus Banjir," kata Baco saat ditemui di DPRD DKI, Rabu, 8 Januari 2020.

    Enam fraksi yang telah setuju pembentukan Pansus Banjir adalah Fraksi Golkar, PAN, Nasdem, PSI, PDI dan Demokrat. Sedangkan, tiga fraksi lainnya, yakni Gerindra, PKS dan PKB, akan menyusul. "Kami harap sembilan fraksi semuanya ikut untuk bergabung membentuk Pansus Banjir."

    Pembentukan Pansus Banjir, kata Baco, diawali dari empat fraksi yang sedang membahas banjir, yakni Fraksi PAN, NasDem, Golkar dan PSI. Setelah duduk bersama dan melihat dampak banjir yang cukup parah di Ibu Kota, akhirnya diputuskan untuk mengusulkan pembentukan pansus.

    Menurut Baco, sejumlah legislator dari semua fraksi telah terjun dan melihat langsung banjir di ibu kota. Bahkan, pada Selasa, 7 Januari kemarin, atas nama lembaga dewan berkumpul dan mengunjungi sejumlah lokasi banjir.

    "Kami kunjungi korban banjir di Kemayoran yang meninggal kemarin, dan ke Semanan juga kami datangi yang masih tergenang," ujarnya.

    Dari hasil kunjungan itu terlihat dampak banjir yang cukup besar. Kiri dan kanan jalan di Daan Mogot, Jakarta Barat, kata dia, dipenuhi tumpukan sampah. Belum lagi ada temuan rumah pompa yang rusak hingga menyebabkan lambatnya proses penyedotan banjir di kawasan Semanan.

    Menurut dia, banjir di Semanan, lama surut karena kawasan tersebut terkepung perumahan mewah dan rumah susun. Selain itu, gorong-gorong untuk membuang air juga banyak yang hilang karena pembangunan rumah di sekitar kawasan itu. "Banjir tahun ini yang terparah."

    Melihat dampak yang besar banjir tahun ini, kata dia, legislator merasa perlu membentuk pansus. Dengan adanya pembentukan Pansus Banjir, menurut dia, nantinya bakal dicari tahu data, penyebab dan dampak hingga solusi terhadap banjir Jakarta.

    "Hasil pansus ini akan menjadi rekomendasi untuk gubernur dalam menanggulangi banjir," ujarnya.

    Pansus Banjir, Baco menambahkan, jangan dianggap upaya dewan untuk mencari kesalahan gubernur. "Apalagi upaya untuk menggulingkan. Bukan itu. Justru pansus ini bakal membantu gubernur," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.