Polisi Imbau Warga Jangan Dekati Gedung Alfamart Roboh di Slipi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat bangunan toko swalayan Alfamart roboh di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat, Senin 6 Januari 2020. Insiden itu menyebabkan delapan orang luka. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Warga melihat bangunan toko swalayan Alfamart roboh di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat, Senin 6 Januari 2020. Insiden itu menyebabkan delapan orang luka. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat menjauhi gedung Alfamart ambruk di Slipi, Jakarta Barat. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, sampai saat ini masih ada struktur bangunan tersebut yang menjulang, tapi dalam keadaan rapuh. 

    "Sekarang situasi masih belum aman, ya kami harapkan masyarakat jangan terlalu dekat dengan bangunan tersebut, karena tidak menutup kemungkinan nanti akan terjadi roboh susulan lagi," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Januari 2020.

    Yusri mengatakan pihaknya masih terus mengumpulkan informasi soal penyebab rubuhnya bangunan itu. Tak tertutup kemungkinan rubuhnya bangunan karena hujan lebat yang melanda Jakarta beberapa hari ini. 

    "Mungkin ada akibat dari banjir kemarin masih didalami oleh tim, kita tunggu saja," kata dia. 

    Bangunan toko itu rubuh pada Senin pagi, 6 Januari 2019. Bangunan lima lantai yang merupakan minimarket Alfamart itu ambruk dari lantai atas hingga ke lantai 2. Akibat peristiwa itu, 11 orang dikabarkan terluka. 

    Dari hasil pemeriksaan Puslabfor Mabes Polri, dugaan sementara gedung roboh karena besi penyangga yang sudah lapuk dan karatan. Tiang penyangga bangunan yang digunakan sebagai minimarket Alfamart itu rapuh karena beton mengalami kebocoran hingga merembes ke dalam bangunan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.