Kedubes AS Peringatkan Hujan Ekstrem, Anies: Bantu Viralkan BMKG

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkordinasi dengan sejumlah petugas saat meninjau derasnya air di Pintu Air Manggarai di Jakarta, 1 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. Foto/Instagram/Aniesbaswedan

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkordinasi dengan sejumlah petugas saat meninjau derasnya air di Pintu Air Manggarai di Jakarta, 1 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. Foto/Instagram/Aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan dini ihwal prakiraan cuaca di Jakarta pada 12 Januari 2020. Ia meminta kepada masyarakat agar membantu BMKG menyebarkan informasi ihwal peringatan tersebut.

    "Ini menarik. BMKG itu mengeluarkan hal yang sama, tapi gak viral. Menurut saya harus dibantu agar informasi dari BMKG itu biar menyebar," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.

    Pernyataan Anies tersebut menanggapi Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta yang memperingatkan warganya untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrem yang masih akan terjadi. Melalui laman resmi usembassy.gov disebutkan wilayah Jakarta diprediksi mengalami curah hujan yang tinggi hingga 12 Januari 2020. Informasi tersebut rupanya viral di dunia maya. 

    Anies menerangkan dari yang diketahuinya ada hal yang penting, tapi tidak menjadi bahan percakapan di publik. "Menurut saya sudah waktunya kita mendorong agar semua lebih memperhatikan laporan-laporan dari BMKG," kata dia.

    Ihwal peringatan cuaca ekstrem itu, lanjut Anies, Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan antisipasi hujan dan peningkatan air laut dengan menurunkan pompa mobile. Menurut dia, pompa tersebut sudah digerakkan ke sekitar pesisir untuk mengantisipasi munculnya rob. 

    Begitu juga dengan antisipasi curah hujan yang tinggi di Jakarta. "Antisipasi kami bangun pos-pos sampai di kelurahan sehingga bisa langsung merespons jika terjadi genangan," sebut dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.