Kasus Pembunuhan Siswi SMK di Bogor Mandek, Ayah Korban Prihatin

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswi SMK Bogor yang tewas, Andriana Yubelia Noven Cahya, dimakamkan di Bandung, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Anwar Siswadi

    Siswi SMK Bogor yang tewas, Andriana Yubelia Noven Cahya, dimakamkan di Bandung, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Anwar Siswadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pembunuhan siswi SMK di Bogor mandek selama satu tahun. Yohanes Bosco Wijanarko, ayah korban yang bernama Andriana Yubelia Noven Cahya, prihatin karena polisi masih belum dapat menangkap pelaku meskipun wajahnya sudah diketahui.

    "Saya sebagai bapaknya atau orangtuanya sangat sangat prihatin dengan kasus pembunuhan anak saya, yang genap sampai satu tahun pun belum terungkap dan pelakunya ditangkap polisi, " ungkap Yohanes kepada Tempo, Kamis 9 Januari 2020.

    Yohanes mengaku tak tahu penyebab polisi masih gagal menangkap pelaku. Padahal, menurut dia, kasus tersebut merupakan kasus kriminal murni dan wajah serta aksi keji pelaku saat menghabisi putrinya itu terekam oleh kamera pengawas atau CCTV di Perumahan.

    "Kami berharap kasus ini harus terungkap dan semoga hukum di kota Bogor tidak mati dan kasusnya tidak berhenti," kata dia.

    Noven, sapaan korban, tewas pada 29 Desember 2018 saat akan pulang ke kosannya di Jalan Riau, Perumahan Baranangsiang, Bogor.

    Yohanes sebelumnya sudah mengadu ke Presiden Jokowi dan Tito Karnavian saat masih menjabat sebagai Kapolri. Namun aduan melalui media sosial itu tak berdampak pada kemajuan penyelidikan kasus Noven.

    Kepolisian Bogor menyatakan sempat melibatkan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika untuk menganalisis isi rekaman kamera pengawas di perumahan tersebut. Namun upaya itu juga tak berhasil mengungkan kasus pembunuhan ini karena resolusi gambar dari kamera pengawas itu disebut rendah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.