Soal Banjir, Golkar DKI : Anies Baswedan Ngeles Terus Kayak Bajaj

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco menilai langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kurang sigap dalam mengantisipasi banjir di ibu kota. Baco menilai Anies kalah sigap dengan gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    "Dua bulan sebelum musim hujan Ahok sudah mulai bekerja untuk mengeruk waduk dan monitoring pompa," kata Baco saat ditemui di DPRD DKI, Rabu, 8 Januari 2019. "Sekarang tidak ada persiapan. Pompa mati di mana-mana."

    Baco mengatakan dewan telah meninjau langsung banjir yang membekap ibu kota. Dari hasil tinjauan anggota legislator Kebon Sirih pada Selasa kemarin, terlihat dampak banjir begitu besar.

    Salah satu lokasi yang dikunjungi dewan adalah kawasan Semanan, Jakarta Barat. Di kawasan tersebut banjir masih menggenang hingga hari keenam.

    "Dari hasil kunjungan ke Semanan, ada ketua lingkungan bilang pompa air rusak sudah enam bulan tidak diperbaiki," ujarnya.

    Selain itu, Baco menilai kinerja pasukan orange atau PPSU di era Anies melempem. Menurut Baco, Anies mesti jantan untuk mengakui kelalaiannya hingga menyebabkan dampak banjir begitu besar.

    "Anies jangan kuping tipis. Ngeles melulu kayak bajaj."

    Baco mengatakan enam fraksi di DPRD DKI bersepakat membentuk panitia khusus banjir untuk mencari tahu data, penyebab hingga solusi banjir di ibu kota. Ia berharap pembentukan Pansus Banjir ini tidak disalahartikan sebagai upaya menjatuhkan gubernur.

    "Justru pambentukkan pansus merupakan inisiatif membantu pemerintah provinsi Mecari tahu data dan penyebab banjir," ujarnya. "Mau sampai kapan Jakarta banjir terus. Kami mau ikuti Pak Anies agar bahagia warganya maju kotanya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.