1000 Paket Peralatan Sekolah Dibagikan ke Siswa Korban Banjir

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah murid korban banjir mengikuti Kegiatan Belajar Mangajar (KBM) di SDN 02 Balimester, Jatinegara, Jakarta, (27/1). Meskipun seragam dan peralatan sekolah terendam banjir, sebanyak 250 siswa-siswi korban banjir tetap semangat belajar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah murid korban banjir mengikuti Kegiatan Belajar Mangajar (KBM) di SDN 02 Balimester, Jatinegara, Jakarta, (27/1). Meskipun seragam dan peralatan sekolah terendam banjir, sebanyak 250 siswa-siswi korban banjir tetap semangat belajar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan menyalurkan 1.000 paket peralatan belajar kepada siswa yang terdampak banjir Tahun Baru 2020 di sejumlah sekolah di kawasan itu. "Penyaluran sudah dimulai sejak Rabu, ada 1.000 paket yang kami siapkan dan baru tersalurkan sekitar 810 paket," kata Kepala Sudin Pendidikan Jakarta Selatan, Joko Sugiarto kepada ANTARA saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

    Joko menyebutkan paket peralatan sekolah tersebut terdiri dari tas sekolah, berisi 10 buku tulis, 2 pensil, 2 pulpen, rautan, penghapus dan penggaris.

    Hari pertama penyaluran di tiga kecamatan yakni Jagakarsa, Cilandak dan Pesanggerahan. Untuk wilayah Pesanggerahan penyaluran dilakukan di SDN Bintaro 05 Pagi, secara simbolis kepada para siswa dari SDN Bintaro 05 Pagi, SDN Ulujami 06 dan SDN Petukangan Utara 06. "Di Bintaro ada 300 anak yang dibagikan bantuan paket peralatan sekolah," kata Joko.

    Selain di Pesanggerahan, paket peralatan sekolah juga disalurkan ke Cilandak sebanyak 200 paket dan Jagakarsa sebanyak 319 paket.

    Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan mencatat ada enam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 13 SD, satu SMP, dua SMA swasta yang terdampak banjir 1-2 Januari 2020.Sementara jumlah siswa yang terdampak banjir wilayah Jakarta Selatan ada 3.444 orang.

    Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan menyiapkan 2.000 paket peralatan sekolah yang masih akan terus dibagikan hingga hari ini. "Hari ini penyaluran paket peralatan sekolah dilaksanakan di Kebayoran Lama," kata Joko.

    Joko menambahkan, dinas pendidikan mendahulukan penyaluran paket peralatan sekolah agar para siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar karena para siswa juga kehilangan peralatan sekolahnya karena tersapu banjir.

    Seperti siswa di SDN Bintaro 05 Pagi yang berangkat sekolah hanya dengan membawa diri dan tidak menggunakan seragam sekolah serta sepatu. "Kami mengutamakan penyaluran paket peralatan sekolah agar siswa bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Untuk seragam dan sepatu lainnya, sedang diupayakan," kata Joko.

    Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Kesiswaan SDN Bintaro 5 Pagi, Muh Subagyo mengatakan ada 220 dari 370 jumlah siswa yang terdampak banjir. Para siswa ini, lanjut Subagyo datang ke sekolah dengan pakaian seadanya dan tidak membawa peralatan belajar.

    "Total ada 220 siswa kami yang jadi korban banjir, siswa kehilangan seragam sekolah, sepatu hingga peralatan belajarnya," kata Subagyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.