Polisi Sebut Kemungkinan Tersangka Gedung Roboh di Slipi, Siapa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta bersama anggota Basarnas bersiap melakukan evakuasi terhadap bangunan yang ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin, 6 Januari 2020. ANTARA

    Anggota Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta bersama anggota Basarnas bersiap melakukan evakuasi terhadap bangunan yang ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin, 6 Januari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Penyelidikan anggota Polres Metro Jakarta Barat menyebutkan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka insiden gedung roboh empat lantai yang dipergunakan untuk minimarket di Kota Bambu Selatan, Palmerah, Slipi, Jakarta Barat.

    Kanit Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Polisi Rensa Aktadivia mengatakan hasil tersebut akan diketahui setelah memeriksa sejumlah saksi dari pemilik gedung roboh, penyewa, dan instansi terkait perizinan gedung.

    "Masih dalam proses penyelidikan. Kita lagi minta keterangan saksi-saksi. Tidak menutup kemungkinan nanti ada yang jadi tersangka," ujar Rensa di Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

    Selain meminta keterangan pihak terkait, polis juga mengumpulkan sejumlah berkas perizinan gedong roboh tersebut dari pemilik maupun penyewa, serta dari instansi.

    "Untuk korban sudah dijenguk baik oleh pihak Alfamart ataupun dari pemilik gedung. Tapi untuk tanggungjawabnya seperti apa itu kesepakatan kedua belah pihak kita belum monitor, mungkin bisa langsung tanya ke korban," tutup dia.

    Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihak kepolisian hingga saat ini telah memeriksa tujuh saksi dalam kasus robohnya gedung empat lantai di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat.

    "Sudah ada tujuh saksi yang sudah kita periksa. Pertama tiga saksi yang sudah kita periksa, lalu ada penambahan pemilik gedung itu sendiri," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya.

    Yusri mengatakan pemilik gedung telah diperiksa oleh penyidik Polres Metro Jakarta Barat. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika pemilik saat ini membeli gedung tersebut pada 1997.

    "Tapi setelah itu kosong selama tiga tahun, lalu sempat disewa oleh pihak lain kurang lebih empat tahun. Baru 2012 disewa Alfamart dan diperpanjang lagi sampai 2022," ujar Yusri. Pihak kepolisian telah merekomendasikan agar gedung roboh tersebut diratakan sepenuhnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.