Anggota DPRD DKI Ini Minta Anies Baswedan Tak Politisasi Banjir

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajarannya bersepeda meninjau lokasi banjir di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan; dan Kampung Pulo, Jakarta Timur, 4 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajarannya bersepeda meninjau lokasi banjir di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan; dan Kampung Pulo, Jakarta Timur, 4 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meminta Gubernur DKI Anies Baswedan segera fokus menyelesaikan persoalan banjir dengan kerja nyata dan tidak mempolitisir banjir dengan berbagai pencitraan.

    "Fokus kerja saja, hentikan pencitraan. apalagi sampai ada pernyataan yang beredar di publik yaitu 'Gubernur rasa Presiden', karena itu sangat melukai perasaan terutama bagi para korban banjir yang sedang berduka. Seharusnya, pernyataan seperti itu tidak muncul dalam kondisi tersebut," ujar Gilbert di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020 terkait Gubernur Anies Baswedan.

    Gilbert menilai sikap Anies dalam mengatasi persoalan banjir dengan turun dan ikut membantu warga membersihkan sisa banjir tak cukup membantu mengatasi kerugian yang dirasakan warga.

    Anies, kata dia, harus peka terhadap korban banjir, yang penting dilakukan agar kejadian banjir tidak terulang dengan menyalahkan pemerintah pusat, mengingat tingginya curah hujan ke depan.

    "Lebih baik pencitraan dihentikan, dan fokus bekerja mengatasi masalah mengingat kemungkinan curah hujan yang lebih besar masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Karena jelas banjir yang ada saat ini adalah masalah lokal DKI, karena air kiriman dari Bogor baru sampai DKI keesokan harinya. Menyalahkan Pemerintah Pusat dengan berpolemik terbuka juga bukan cara yang baik, tetapi introspeksi lebih baik," tuturnya.

    Gilbert juga berpesan Anies agar memiliki sikap pemimpin baik yang senantiasa berpihak kepada rakyat. Dia mencontohkan Kaisar Hirohito yang rela menyerah demi rakyatnya.

    "Ingat Kaisar Hirohito saat dia memutuskan mengakhiri perang dengan menyerah, dengan resiko dia dihabisi militer Jepang. Kaisar Hirohito ingin menyelamatkan rakyatnya, daripada mementingkan kekuasaan/jabatan," ucapnya.

    Sebelumnya diketahui, banjir yang melanda Ibukota di awal tahun 2020 mengakibatkan 36.445 jiwa mengungsi di berbagai titik banjir.

    Adapun korban meninggal dunia saat banjir mencapai 63 orang di seluruh Jabodetabek dengan 14 orang di antaranya warga Jakarta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.