Sekda DKI Temukan Sedimentasi di Muara Kanal Banjir Barat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membersihkan sampah yang tersangkut di aliran Kanal Banjir Barat Ciliwung, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membersihkan sampah yang tersangkut di aliran Kanal Banjir Barat Ciliwung, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menemukan sedimentasi di muara Kanal Banjir Barat di kawasan Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. 

    "Hasil peninjauan, ada sedimentasi, tanggul yang sudah tidak utuh lagi hingga ada kepentingan kepentingan nelayan di hilir muara," kata Saefullah, Kamis 9 Januari 2019.

    Peninjauan itu dilakukan sebagai langkah strategis meminimalisir genangan di sepanjang aliran sungai Ciliwung dan Krukut yang bermuara di Kanal Banjir Barat.

    Saefullah menjelaskan hilir Muara Angke harus memiliki kapasitas debit air ideal lebih dari 700 meter kubik sehingga kapasitas ini sekiranya dapat menampung 500 meter kubik aliran air Kali Ciliwung dan 200 meter kubik aliran air Kali Krukut.

    Untuk mengatasi masalah penurunan debit air Kanal banjir Barat di hilir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengawasi kondisi muara agar debit air di hilir tidak terjadi perlambatan.

    "Dengan begitu maka aliran air yang dilintasi kedua aliran kali tidak meluap ke pemukiman penduduk," ujarnya.

    Penurunan debit air di hilir kanal banjir barat ini memperparah Banjir Jakarta awal tahun 2020, yang menenggelamkan pemukiman masyarakat di Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Khusus di Jakarta Utara, sebanyak 1.515 pengungsi untuk 23 lokasi pengungsian. Kelurahan terdampak antara lain Rorotan, Semper Barat, Semper Timur, Sukapura, Kelapa Gading Timur dan Pegangsaan Dua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.