Pasca Banjir, Segunung Sampah Diangkut Tiap Hari di Cengkareng

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membersihkan sampah yang tersangkut di aliran Kanal Banjir Barat Ciliwung, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Pembersihan sampah di aliran kanal tersebut sebagai salah satu upaya untuk mencegah banjir di Jakarta. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membersihkan sampah yang tersangkut di aliran Kanal Banjir Barat Ciliwung, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Pembersihan sampah di aliran kanal tersebut sebagai salah satu upaya untuk mencegah banjir di Jakarta. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Edy Mulyanto menyebutkan sekitar 260 ton sampah diangkut dalam sehari di Kecamatan Cengkareng pasca banjir melanda Jakarta pada Rabu 1 Januari 2020 pekan lalu.

    Edy mengatakan sampah pasca banjir tersebut diangkut dari 16 titik tempat penbuangan sampah (TPS) sementara dan 10 truk alkal yang bekerja keliling menjemput sampah.

    "Di satu titik TPS sementara, ada satu truk dengan rata jumlah tonasenya sekitar 8 sampai 10 ton. Kemarin doang itu sampah sampai 260 ton," ujar Edy di Jakarta, Kamis.

    Edy menyebut jumlah sampah tersebut didapatkan dari pemukiman warga dan kali yang berada di kecamatan tersebut.

    Sampah yang mayoritas terkumpul mulai dari kasur basah, perabotan, peralatan elektronik yang sudah tidak bisa terpakai, hingga sofa dan barang berbahan plastik.

    Sampah-sampah banjir yang telah terkumpul itu kemudian diantarkan langsung ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.