Anggota DPRD DKI: Anies Setop Pencitraan, Belajar dari Hirohito

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera fokus menyelesaikan persoalan banjir dengan kerja nyata dan tidak mempolitisir banjir dengan berbagai pencitraan.

    "Fokus kerja saja, hentikan pencitraan, apalagi sampai ada pernyataan yang beredar di publik yaitu 'Gubernur rasa Presiden', karena itu sangat melukai perasaan terutama bagi para korban banjir yang sedang berduka. Seharusnya, pernyataan seperti itu tidak muncul dalam kondisi tersebut," ujar Gilbert di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

    Gilbert menilai sikap Anies dalam mengatasi persoalan banjir dengan turun dan ikut membantu warga membersihkan sisa banjir tak cukup membantu mengatasi kerugian yang dirasakan warga.

    Anies, kata dia, harus peka terhadap korban banjir. "Lebih baik pencitraan dihentikan, dan fokus bekerja mengatasi masalah mengingat kemungkinan curah hujan yang lebih besar masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan," ujar dia.

    Menurut politikus PDIP itu, jelas banjir yang ada saat ini adalah masalah lokal DKI, karena air kiriman dari Bogor baru sampai DKI keesokan harinya. "Menyalahkan Pemerintah Pusat dengan berpolemik terbuka juga bukan cara yang baik, tetapi introspeksi lebih baik," kata dia.

    Gilbert juga berpesan agar Anies memiliki sikap pemimpin yang senantiasa berpihak kepada rakyat. Dia mencontohkan Kaisar Hirohito yang rela menyerah demi rakyatnya.

    "Ingat Kaisar Hirohito saat dia memutuskan mengakhiri perang dengan menyerah, dengan resiko dia dihabisi militer Jepang. Kaisar Hirohito ingin menyelamatkan rakyatnya, daripada mementingkan kekuasaan/jabatan," ucapnya.

    Sebelumnya diketahui, banjir yang melanda Ibukota di awal tahun 2020 mengakibatkan 36.445 jiwa mengungsi di berbagai titik banjir.

    Adapun korban meninggal dunia saat banjir mencapai 63 orang di seluruh Jabodetabek dengan 14 orang di antaranya warga Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.