Anies Baswedan dan Heboh Soal Banjir di Media Sosial

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam rapat tersebut, mereka membahas pencegahan dan penanganan dampak banjir. TEMPO/Subekti

    Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam rapat tersebut, mereka membahas pencegahan dan penanganan dampak banjir. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bercokol di urutan pertama di Twitter, dari analisa Drone Emprit dalam sepekan saat ibu kota mulai diterjang banjir pada Rabu, 1 Januari 2020.

    Menanggapi hal itu, Anies mengatakan pemerintah harus bekerja menggunakan kenyataan atau fakta, bukan memfokuskan pada percakapan di media sosial. "Karena percakapan bisa naik turun dan bisa positif, negatif," kata Anies di Balai Kota DKI, Kamis, 9 Januari. 2020.

    Berdasarkan analisa Drone Emprit di Twitter, ada sejumlah tokoh yang ramai diperbincangkan selama tujuh hari terakhir. Mereka di antaranya, Anies dengan jumlah percakapan mencapai 961 ribu, Jokowi (404 ribu), Ridwan Kamil (66 ribu), Ganjar Pranowo (53 ribu), Mahfud MD (13 ribu), Megawati (3,4 ribu) dan Khofifah (1,5 ribu).

    Menurut Anies, terjangan banjir di Ibu Kota, memang membuat terjadinya percakapan di media sosial. "Jadi ada percakapan, ada kenyataan. Saya fokus pada kenyataan," kata Anies.

    Sejumlah petugas Basarnas memantau lokasi banjir di Perumahan Green Village, Duri Kepa, Jakarta Barat, Sabtu 4 Januari 2020. Menurut petugas saat ini korban sudah dievakuasi dan beberapa memilih tinggal ditempat tinggal mereka. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Menurut Anies, kenyataannya di Indonesia sedang mengalami tantangan cuaca yang luar biasa. Misalnya di kawasan Pulau Jawa bagian barat mulai dari Bekasi, Jawa Barat, hingga Lebak, Banten, yang terkena dampak cuaca baik banjir dan longsor.

    Namun, sayangnya, kata Anies, tidak semua wilayah yang terkena bencana dapat perhatian dalam percakapan itu. Padahal, kata Anies, beberapa kejadian seperti jembatan yang hilang di banyak tempat, kantor tutup, mal tutup, rumah longsor, gedung hilang dan jalan rusak tidak terjadi di Jakarta.

    "Bundaran HI ketutup (banjir) tidak ada. Itu semua tidak ada, tapi pembicaraannya (tentang Jakarta di media sosial) tinggi," ujarnya. "Tapi di tempat yang ada itu semua, malah tidak jadi pembicaraan."

    Anies mengatakan bakal fokus bekerja di Jakarta, untuk memastikan semua fasilitas berjalan baik pasca banjir kemarin. "Semua personel kami, semua sumber daya kami, itu digunakan untuk memastikan Jakarta berfungsi lagi dengan cepat. Dan alhamdulillah itu kejadian," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.