Ciliwung Naik, Pintu Air Jembatan Merah Siaga 1 Pagi Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan sampah terlihat di pintu air Manggarai, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020. Sampah yang terbawa dari aliran sungai Ciliwung tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga dan potongan kayu atau ranting pohon. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tumpukan sampah terlihat di pintu air Manggarai, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020. Sampah yang terbawa dari aliran sungai Ciliwung tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga dan potongan kayu atau ranting pohon. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pintu Air Jembatan Merah di Jalan Gunung
    Sahari, Jakarta Pusat, yang dilalui aliran Sungai Ciliwung dilaporkan berstatus siapa I pada Jumat pagi, pukul 05.30. Ketinggian air mencapai 270 sentimeter. 

    Laman Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyatakan saat Status Normal atau Siaga IV, ketinggian air di pintu air tersebut di bawah 100 cm. Kenaikan status pintu air itu disebabkan naiknya status di Pintu Air Manggarai, yakni Siaga  III dengan tinggi air 750 cm. Status normal atau Siaga  IV Pintu Air Manggarai di bawah 750 cm

    Kenaikan status itu mempengaruhi sejumlah pintu air yang dilalui aliran Ciliwung, seperti Pintu Air Istiqlal berstatus Siaga III dengan tinggi air 251 cm. Status Normal Pintu Air Istiqlal di bawah 250 cm.

    Status Siaga I di Pintu Air Jembatan Merah turut mendongkrak Status Pintu Air Marina Ancol menjadi Siaga III dengan ketinggian air 188 cm. Status normal pintu air yang berada di hulu itu di bawah 170 cm.

    Sejumlah wilayah di DKI Jakarta diguyur hujan sedang hingga lebat sejak Jumat dinihari, 10 Januari 2020. Selain meningkatkan debit air Kali Ciliwung, intensitas hujan tersebut turut menaikkan Status Pintu Air Hek di Kali Baru Timur, yang kini berstatus Siaga III dengan tinggi air 140 cm, padahal  Status Normal atau Siaga IV di bawah 100 cm.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.