Jasa Marga Belum Tetapkan Tarif Tol Layang Jakarta - Cikampek

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara mobil melintas di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ('Japek Elevated'), Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat, Senin, 23 Desember 2019. Memasuki H-2 Natal 2019 atau pada Senin pagi hingga siang arus kendaraan bermotor yang melintasi tol layang sepanjang 36,4 tersebut terpantau ramai lancar. ANTARA

    Sejumlah pengendara mobil melintas di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ('Japek Elevated'), Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat, Senin, 23 Desember 2019. Memasuki H-2 Natal 2019 atau pada Senin pagi hingga siang arus kendaraan bermotor yang melintasi tol layang sepanjang 36,4 tersebut terpantau ramai lancar. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tarif tol layang Jakarta-Cikampek sampai sekarang belum ditetapkan. PT Jasa Marga Tbk menyebut, pentarifan tol layang terpanjang di Indonesia tersebut masih dalam tahap pembahasan.

    "Nanti akan kami informasikan lah kalau sudah ada keputusan," kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru di Bekasi, Kamis, 9 Januari 2020.

    Meski tengah dibahas, kata dia, Jasa Marga tetap berharap tarif diberlakukan integrasi antara jalan tol di bawah dengan yang di atas. "Supaya tercapai fungsi Japek elevated, dalam rangka membagi atau mengurangi kapasitas di bawah," kata Dwimawan.

    Jika tarifnya beda atau lebih mahal di atas, kata dia, dikhawatirkan pengguna jalan memilih menggunakan di bawah sehingga kapasitas kendaraan di bawah tetap padat. "VC Ratio (volume kendaraan dan kapasitas jalan) bisa di atas 1, sekarang kita lihat VC Rationya bagus, balik lagi yang di bawah 0,7, 0,8. di atas juga ramai," kata Dwimawan.

    Jika mengacu pada nilai investasi, kata dia, tarif jalan tol layang bisa mencapai Rp 1.250 per kilometer. Ini jauh di dibandingkan tol Jakarta - Cikampek ruas bawah dengan pembangunannya pada 1990 investasinya hanya Rp 200 per kilometer.

    Jadi kalau berdasarkan pengembalian investasi, tidak tercapai nanti keseimbangan kapasitas, maka kita berharap mempertimbangkan kapasitas," ucap Dwimawan Heru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.