Pondok Gede Permai Langganan Banjir, Ini Kata Warga Soal Relokasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi terkini lingkungan di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, pasca banjir, Ahad, 5 Januari 2020. Tempo | Adi Warsono

    Kondisi terkini lingkungan di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, pasca banjir, Ahad, 5 Januari 2020. Tempo | Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bekasi -Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Kepala Daerah lainnya melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, Jakarta membahas permasalahan banjir, yang salah satunya rutin merendam perumahan Pondok Gede Permai.

    Dalam kesempatan itu, Rahmat bilang kepada Jokowi kalau perumahan Pondok Gede Permai harus direlokasi, karena menjadi langganan banjir.

    Selain Rahmat, dalam pertemuan dua hari lalu itu juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten, Wahidin Halim.

    Sejumlah warga di Perumahan Pondok Gede Permai memiliki pendapat berbeda. Ada yang sepakat dengan relokasi, ada juga yang menolak.

    Jon Nasution misalnya, dia sepakat dengan tawaran pemerintah perihal relokasi. "Karena bagaimana pun perbaikan tanggul yang dilaksanakan, akan tetap PGP berdampak banjir. Karena PGP itu pertemuan dua aliran sungai, Cilengsi dan Cikeas baru menuju Kali Bekasi," kata Jon, Jumat, 10 Januari 2020.

    Selama relokasi itu tidak merugikan masyarakat dan menuju yang lebih baik, secara pribadi dia setuju. "Karena saya pribadi dari tahun 1995 tinggal di sini, sudah jenuh dan trauma masalah banjir ini," kata warga Blok C22 RT 01 RW 09 ini.

    Jika ada tempat relokasi yang disiapkan pemerintah, Jon mengaku akan memilihnya dengan catatan tempatnya layak dan tidak begitu jauh dari aktivitas kerja setiap hari. "Tapi kalau jauh dan tempatnya tidak layak dan akses serta fasilitas pendidikan, kesehatan dan yang lainnya tidak ada, saya pribadi milih ambil dananya nyari tempat tinggal yang lain saja," kata Jon.

    Beda halnya dengan Agus, warga di RW 8 ini lebih baik pemerintah membangun bendungan atau waduk di hulu Kali Cikeas dan Kali Cileungsi. "Solusinya di hulu dibikin waduk dilengkapi pintu air. Jadi ke Bekasi airnya sudah diatur," kata Agus yang rumahnya banjir lebih dari dua meter ini.

    Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, jumlah keluarga terdampak banjir di Perumahan Pondok Gede Permain mencapai 1.364. Mereka bermukim di RW 08, 09, da 10 Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih. Sedangkan, jumlah rumah terdampak lebih dari itu karena banyak juga yang kosong ditinggal pemiliknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.