Alumni UI Bentuk Tim Antisipasi Banjir Susulan, Fokusnya Apa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa melintasi meja dan kursi yang rusak akibat diterjang banjir di SMA Negeri 8 Jakarta, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin 6 Januari 2020. Aktivitas sekolah berlangsung seperti biasa masuk pukul 07.30- 15.00 WIB.TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Sejumlah siswa melintasi meja dan kursi yang rusak akibat diterjang banjir di SMA Negeri 8 Jakarta, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin 6 Januari 2020. Aktivitas sekolah berlangsung seperti biasa masuk pukul 07.30- 15.00 WIB.TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) telah membentuk tim Community Disaster Response (CoDRT) untuk Tanggap Darurat Kebencanaan mengantisipasi banjir susulan.

    Ketua ILUNI UI, Endang Mariani menjelaskan bahwa tim CodRT berfokus untuk membantu daerah terkena banjir yang benar-benar membutuhkan. "Ketika bantuan di titik tersebut sudah melimpah, ILUNI UI akan mencari titik lain yang lebih membutuhkan," ujar Endang, Jumat, 10 Januari 2020.

    Daerah yang telah menerima bantuan tim CoDRT di antaranya Villa Nusa Indah, Pondok Gede Permai, Perumnas I Bekasi, Mampang Pela, dan Ciledug Indah. Daerah-daerah tersebut dipilih karena mengalami bencana banjir yang cukup parah namun minim mendapat bantuan.

    Bantuan yang diberikan oleh tim CoDRT berupa makanan, perlengkapan bayi dan balita, peralatan sanitasi, peralatan kebersihan, serta berbagai kebutuhan hidup lain yang diperlukankan pada saat kondisi darurat.

    CoDRT juga rencananya akan mengadakan kegiatan untuk membantu warga membersihkan lingkungan pasca banjir.

    "Sampah-sampah basah yang menggunung, perlu segera dibersihkan agar tidak menjadi sumber penyakit dan warga dapat kembali hidup nyaman, meskipun masih tetap dalam suasana keprihatinan,” jelas Endang.

    Agenda lain dari tim CoDRT yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan dan menyosialisasikan mitigasi bencana banjir, mengingat curah hujan diperkirakan masih akan tinggi sampai dengan Februari 2020.

    KIKI ASTARI | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.