Satu Keluarga Korban Penganiayaan Dirawat di RSUD Depok

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi rumah keluarga yang dianiaya oleh orang tak dikenal di RT01 RW 06, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari pada Jumat 10 Januari 2020 dini hari. TEMPO/ADE RIDWAN

    Lokasi rumah keluarga yang dianiaya oleh orang tak dikenal di RT01 RW 06, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari pada Jumat 10 Januari 2020 dini hari. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Depok -Humas Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Depok, Stya Hadi mengatakan, saat ini korban satu keluarga yang mengalami penganiayaan dirumahnya sendiri masih menjalani perawatan intensif di Unit Gawat Darurat atau UGD.

    “Korban kurang lebih datang sekitar pukul 04.00 dini hari, dan hingga saat ini masih di UGD,” kata Hadi dikonfirmasi Tempo, Jumat 10 Januari 2020.

    Hadi mengatakan, saat ini para korban masih dilakukan penanganan penunjang berupa CT Scan untuk mengetahui kondisi korban. “Rencana korban akan dipindahkan ke ruang rawat inap, namun untuk menunggu hasil CT Scan, sementara para korban masih di UGD,” kata Hadi.

    Sebelumnya, satu keluarga dianiaya orang tidak dikenal saat sedang tidur di rumahnya di Jalan Raya Curug, RT01 RW06, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat dini hari 10 Januari 2020.

    Akibatnya, sepasang suami istri Sumitro, 45 tahun, dan Juju (40) beserta dua orang anaknya Fadly (9) dan Fikri (4) harus dilarikan ke RSUD Kota Depok karena luka cukup parah di bagian kepala.

    Warga setempat, Nurhadi, 40 tahun, mengatakan keempatnya dianiaya dengan cara dipukuli menggunakan besi panjang. “Info yang saya dapat dianiaya pakai besi panjang. Suami istri luka di kepala, anaknya juga luka kepalanya sampai bocor,” ucap Nurhadi dilokasi, Jumat 10 Januari 2020.

    Nurhadi mengatakan, mendapatkan laporan itu sekitar pukul 03.30, saat itu ia dibangunkan istrinya yang kaget melihat salah satu anak korban memanggil dari depan rumah meminta pertolongan.

    “Begitu saya keluar, saya lihat kepala sama badan anaknya, sudah bercucuran darah. Saya gak berani langsung ke rumahnya, jadi saya panggil pamannya sama pak RT juga,” ujar Nurhadi.

    Setelah ketua RT datang, lanjut Nurhadi, mereka pun mengecek rumah korban dan menemukan Juju dalam kondisi terkapar di kasur sementara sang suami, Sumitro sedang terduduk di warung dekat lokasi bersama anaknya. “Langsung pak RT ajak saya cari orang untuk gotong istrinya sambil cari mobil,” kata Nurhadi.

    Dengan kondisi terus merintih, Nurhadi dibantu dengan ketua RT setempat membawa seluruh keluarga itu ke rumah sakit. “Langsung kami lapor ke polisi,” kata Nurhadi.

    Kapolsek Sawangan, Komisaris Suprasetyo mengatakan masih menyelidiki kasus penganiayaan tersebut. “Kami masih lakukan penyelidikan, kumpulkan informasi dan memeriksa dua orang saksi yang melaporkan kejadian ini. Tidak ada barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian,” kata Pras.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.