Dukung Pansus Banjir, PAN: Bukan Ingin Menyalahkan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat enam hari pasca banjir, Selasa, 7 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kondisi Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat enam hari pasca banjir, Selasa, 7 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim berujar pembentukan panitia khusus alias pansus banjir Jakarta bukan untuk menyalahkan siapa pun. Lukmanul menyatakan, partainya siap mendukung terbentuknya pansus demi masyarakat.

    "Kami memang mendukung teman-teman selagi pansusnya tidak ada arah kemana-mana," kata Lukmanul saat dihubungi, Jumat, 10 Januari 2020. "Tidak ada tujuan kami menyalah-nyalahkan."

    Menurut dia, PAN ingin mengevaluasi kinerja pemerintah DKI mengatasi persoalan banjir di Ibu Kota. Salah satu cara evaluasi itu dengan membentuk pansus.

    Pansus, dia memaparkan, bakal mencari fakta seputar banjir, mulai dari anggaran hingga operasional dan fungsi pompa. PAN fokus menggali kendala DKI menangani banjir.

    "Karena pasca banjir juga masih banyak ini di lapangan kami ketemu sampah-sampah belum bersih. Ini kan pasca banjir yang kami mau evaluasi, apa sih kendalanya," ucap dia.

    Hingga kini dewan belum memutuskan untuk membentuk pansus banjir. Usulan pembentukan pansus pertama kali dilontarkan Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Basri Baco.

    Wacana pansus tercetus ketika PAN, NasDem, Golkar dan PSI meninjau banjir di salah satu daerah terdampak di Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa, 7 Januari 2020. Waktu itu merupakan 7 hari pasca- banjir di Ibu Kota.

    Basri mengutarakan pansus banjir nantinya bakal mencari tahu data, penyebab dan dampak hingga solusi terhadap banjir Jakarta. Dewan akan menyerahkan hasil rekomendasi pansus kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menanggulangi banjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.