BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Melanda Jabodetabek Sepekan ke Depan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan di Jakarta. TEMPO/Frannoto

    Ilustrasi hujan di Jakarta. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi di Jabodetabek hingga sepekan ke depan.

    "Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo melalui keterangan tertulisnya, Sabtu 11 Januari 2020.

    Ia menjelaskan pada 12 - 14 Januari 2020, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Bogor, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Tangerang. "Terutama pada siang dan malam hari," ujarnya.

    Sedangkan pada rentang 15 - 18 Januari 2020, teridentifikasi terjadi peningkatan potensi hujan di periode ini dengan variasi intensitas hujan ringan hingga lebat terutama pada dinihari menjelang pagi. Hujan ringan hingga lebat berpotenti terjadi di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Tangerang, dan sebagian Bogor.

    "Kondisi hujan signifikan dapat terjadi kembali pada sore menjelang malam dan dinihari," ucapnya.

    Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada.

    Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini, kata dia, menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan. Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan Madden Julian Oscillation (MJO) masih berada di Wilayah Indonesia bagian tengah dan timur yang mendukung peningkatan konsentrasi curah hujan.

    Selain itu, BMKG juga memantau fenomena gelombang tropis yakni Kelvin Wave dan Rossby Ekuatorial berkontribusi signifikan pada pembentukan pola siklonik dan pertemuan angin yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. "Kami imbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.