Depok Kini Punya Alun-alun, Ada Working Space

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna saat meresmikan alun-alun Kota Depok didampingi forkopimda, Minggu 12 Januari 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna saat meresmikan alun-alun Kota Depok didampingi forkopimda, Minggu 12 Januari 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Depok – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, resmi membuka alun-alun Kota Depok untuk umum. Setelah kurang lebih satu tahun setengah dibangun, kini warga dapat memanfaatkan alun-alun seluas 3,9 hektare.

    “Iya alun-alun ini kan ruang terbuka hijau yang memang amanat undang-undang untuk diwujudkan di setiap kota. Alhamdulillah pembangunannya bisa selesai pada tahun ini,” kata Idris usai peresmian, Ahad, 12 Januari 2020.

    Selain Idris, peresmian dihadiri juga Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Depok, Yeti Wulandari dan Tajudin Tabri.

    Idris mengatakan alun-alun Kota Depok diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat selain untuk tempat hiburan juga sebagai fungsi ekonomi, “Fungsi ekonomi kami siapkan UMKM luasnya seribu meter. Kami juga siapkan working space,” kata Idris.

    Menurut wali kota, alun-alun akan dikelola oleh Unit Pelayanan Teknis (UPT) khusus atas arahan Surat Keputusan Gubernur. Pemkot mengajukan 50 personil untuk duduk di UPT tersebut. 

    Selain alun-alun, lanjut Idris, dirinya mengakui masih banyak janji politik yang belum diselesaikan dalam periode masa kepemimpinannya yang sebentar lagi akan berakhir. Salah satunya ialah kehadiran taman terpadu di setiap kelurahan.

    “Masih ada taman terpadu di 18 kelurahan yang belum terwujud. Hambatannya faktor ketersediaan lahan. Targetnya sampai tahun anggaran 2021, Insya Allah selesai 100 persen,” kata Idris.

    Pembangunan alun-alun Kota Depok dilakukan dalam dua tahap. Tahap I dilakukan pada September 2018 dan rampung pada Januari 2019. Pembangunan tahap I itu dilakukan di atas lahan 1,8 hektare dengan anggaran Rp 32 miliar dari APBD Kota Depok tahun anggaran 2018.

    Pembangunan tahap II dilakukan pada Juni 2019 di atas tanah 2,1 hektare dan menghabiskan anggaran Rp 50,2 miliar dari APBD Kota Depok tahun anggaran 2019.

    Namun Idris mengatakan pembangunan alun-alun menghabiskan anggaran sekitar Rp 160 miliar dari tahap I hingga tahap II. Anggaran itu belum mencakup pembebasan lahan yang mencapai Rp 200 miliar.

    “Tahap awal sampai akhir hampir Rp 160 miliar untuk rekonstruksinya. Untuk tanahnya Rp 200 miliar. Ini murni dari APBD Kota Depok,” kata Idris.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.