Warga Antusias ke Alun-Alun Depok, Tapi...

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemain sepeda BMX menunjukkan aksinya di BMX Park Alun-Alun Kota Depok, Jawa Barat, Minggu, 12 Desember 2020. Pembangunan alun-alun menghabiskan anggaran sekitar Rp 160 miliar dari tahap I hingga tahap II. Anggaran itu belum mencakup pembebasan lahan yang mencapai Rp 200 miliar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah pemain sepeda BMX menunjukkan aksinya di BMX Park Alun-Alun Kota Depok, Jawa Barat, Minggu, 12 Desember 2020. Pembangunan alun-alun menghabiskan anggaran sekitar Rp 160 miliar dari tahap I hingga tahap II. Anggaran itu belum mencakup pembebasan lahan yang mencapai Rp 200 miliar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Depok – Warga Depok terlihat antusias mendatangi alun-alun Depok. Semakin sore suasana pun semakin ramai. Bahkan ada warga Jakarta yang sengaja datang karena penasaran dengan alun-alun yang baru diresmikan Pemerintah Kota Depok. 

    Maya (23 tahun) mengaku sengaja datang dari Jakarta Selatan ke alun-alun Depok karena penasaran. “Penasaran saja. Kebetulan juga deket ke Depok,” kata Maya saat mengunjungi alun-alun, Ahad, 12 Januari 2020.

    Kendati senang namun Maya menilai fasilitas yang tersedia di ruang terbuka seluas 3,9 hektar ini masih sedikit.  “Mungkin karena baru, tapi bagus banyak tempat fotonya,” sebut dia.

    Pengunjung lainnya, Adi (49), mengatakan alun-alun Depok belum menunjukkan identitas kota. Menurut dia, karena berada di Depok maka ikon lokal yang harus menjadi karakter utama. “Jumlah permainan anaknya kurang banyak, masih minim,” kata Adi.

    Sedangkan Roni (41) warga Kelapa Dua menilai dari sisi kebersihan alun-alun Depok belum maksimal. Ia menyebut kebersihan penting agar pengunjung merasa nyaman saat berada di alun-alun. 

    Selain untuk wisata, alun-alun Depok juga dapat dinikmati sebagai sarana olahraga. Fano misalnya. Pria berusia 27 tahun mendatangi alun-alun untuk berolahraga. “Masih kurang ya (fasilitasnya). Untuk joging track-nya itu masih banyak batunya,” sebut dia.

    Tak hanya itu, alat fitnes pun tidak banyak yang bisa dimanfaatkan. Menurut Fano biasanya ruang terbuka hijau kerap menyediakan fasilitas olahraga. “Ya positif, karena memang di sini daerah kosong. Bagusnya memang dijadikan tempat seperti ini (alun-alun),” kata Fano.

    Pemerintah Kota Depok telah meresmikan alun-alun Depok yang ada di Boulevard Grand Depok City, Cilodong pada Ahad, 12 Januari 2020.

    Ruang terbuka tersebut memiliki beragam fasilitas seperti lapangan futsal, lapangan basket, jalur sepeda BMX, outdoor gym, arena skateboard, Menara Pandang. Lalu ada Bike Shelter, Co-Working Space, Bus Shelter, Jembatan Utama, Kolam Retensi dan Dermaga, Greenhouse and Signage. Kemudian ada Taman Lansia, Taman Anak-Anak, Gedung Pendopo, Gallery, Dinding Mural, Taman Sculpture dan Amphitheater.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.