Belum Sehari, Plang Nama Alun Alun Depok Rusak

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktifitas di Alun-Alun Kota Depok, Jawa Barat, Minggu, 12 Desember 2020. Pemerintah Kota Depok meresmikan Alun-Alun Kota Depok yang merupakan ruang terbuka hijau seluas 3,9 hektare. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga beraktifitas di Alun-Alun Kota Depok, Jawa Barat, Minggu, 12 Desember 2020. Pemerintah Kota Depok meresmikan Alun-Alun Kota Depok yang merupakan ruang terbuka hijau seluas 3,9 hektare. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Depok – Belum genap satu hari, plang nama penanda Alun-Alun Kota Depok rusak. Pantauan Tempo, plang nama yang terbuat dari fiber rusak pada huruf U dan P.

    Belum diketahui penyebab rusaknya plang nama tersebut. Namun antusiasnya warga yang datang tak membuat kerusakan itu menjadi persoalan.

    Pemerintah Kota Depok pada Ahad, 12 Januari 2020 resmi membuka alun-alun Depok untuk umum. Peresmian itu mengundang ribuan warga Depok yang penasaran dengan taman megah yang terletak di Grand Depok City. “Penasaran saja, sekalian jalan jalan,” ungkap salah satu warga, Kiki (35) kepada Tempo.

    Alun-alun Depok mempunyai berbagai macam fasilitas, seperti greenhouse, lapangan futsal, lapangan basket, jalur sepeda BMX, outdoor gym, arena skateboard. 

    Lalu ada Menara Pandang, Bike Shelter, Co-Working Space, Bus Shelter, Jembatan Utama, Kolam Retensi dan Dermaga, Greenhouse and Signage, Taman Lansia, Taman Anak-Anak, Gedung Pendopo, Gallery, Dinding Mural, Taman Sculpture dan Amphitheater.

    Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan pembangunan alun-alun seluas 3,9 hektar menghabiskan anggaran hampir Rp 160 miliar dari tahap I hingga tahap II. Anggaran itu belum mencakup pembebasan lahan yang mencapai Rp 200 miliar.

    “Tahap awal sampai akhir hampir Rp 160 miliar untuk rekonstruksinya. Untuk tanahnya Rp 200 miliar dan ini dari APBD murni Kota Depok,” kata Idris usai peresmian.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.