Longsor, Kampung Sinar Harapan yang Nyaris Hilang Harapan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengangkut mobil-mobilan melewati lokasi tanah longsor di Kampung Sinar Harapan, Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 7 Januari 2020. TEMPO/Amston Probel

    Warga mengangkut mobil-mobilan melewati lokasi tanah longsor di Kampung Sinar Harapan, Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 7 Januari 2020. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah 13 hari setelah bencana longsor yang meluluh lantakkan Desa Harkatjaya, terutama kampung Sinar Harapan, sehingga seribuan jiwa yang ada di kampung tersebut eksodus.

    Kini wilayah Sinar Harapan tersebut bak kampung sekarat di tengah-tengah gunung, yang hilang harapan akibat longsor.

    Ya Sinar Harapan, Sukajaya, Kabupaten Bogor, kini jadi kampung mati setelah penduduknya mengungsi. Bahkan di hari ini sudah tidak ada sama sekali satu pun warga di kampung tersebut.

    "Terakhir kemarin warga, cuma ambil barang yang bisa mereka bawa," ucap seorang Brimob Polda Jabar, Bripka Abdul Khodir, yang sedang berpatroli di lokasi setempat, Ahad 12 Januari 2020.

    Khodir mengatakan kampung tersebut dulu dihuni oleh ratusan Kepala Keluarga, berprofesi sebagai petani dan peternak. Namun bencana yang meluluh lantakkan kampung tersebut pada 1 Januari 2020, memakan korban 7 orang dan 3 lainnya belum ditemukan hingga hari ini.

    Bahkan Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas), sudah melakukan berbagai upaya mencari ketiga korban tertimbun itu namun hasilnya masih nihil. "Ini hari ke dua belas setelah kami perpanjang waktu pencarian hingga Ahad, 12 Januari," kata Kepala Kantor SAR Jawa Barat, Deden Ridwansyah.

    Kampung Sinar Harapan kini semakin mencekam setelah di tinggal pergi penduduknya, pasalnya siapapun yang memasuki wilayah tersebut harus melewati jalan setapak dan melawati perhutanan rimba serta sesekali melewati makam penduduk.

    Lalu belum ditemukannya korban yang tertimbun hingga saat ini, menambah kampung tersebut semakin hening dan mencekam.

    Seorang warga setempat ditemui di pengungsiannya, Muklis 49 tahun, mengatakan warga berharap di relokasi. "Kami ingin pindah dan biarkan kampung itu kosong, daripada makan korban lagi," ucap Muklis.

    Selain Sinar Harapan, perkampangan mati alias kosong karena ditinggal penduduknya mengungsi diantaranya Jayaraharja, Ciputih Tonggoh, Urug Lebak, Ranca Bakti dan Curug Bitung. Namun kampung-kampung tersebut kosong hanya ditinggal sementara oleh penduduknya sementara mengungsi, sampai mereka merasa aman dari bencana lagi.

    Namun jika sudah di pastikan aman dari longsor, warga selain Sinar Harapan, akan kembali mengisi kampung tersebut. Itu pun kalau tidak ada perintah relokasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.