Fakta-fakta Banjir di Bojongkulur Minim Dapat Perhatian Pemda

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi di Vila Nusa Indah, Bojongkulur, H+13 pascabanjir, Senin, 13 Januari 2020. Tempo/Adi Warsono

    Kondisi di Vila Nusa Indah, Bojongkulur, H+13 pascabanjir, Senin, 13 Januari 2020. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bekasi -Banjir parah terjadi di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor minim perhatian dari pemerintah daerah.

    Meskipun telah memasuki hari ke-13, proses pembersihan sampah dan lumpur di titik terdampak baru mencapai 30 persen.

    "Yang ada saat ini hanya dua beko, idealnya empat sampai enam," kata Kepala Desa Bojongkulur, Kabupaten Bogor Firman Riansyah kepada Tempo, Senin, 13 Januari 2020.

    Karena itu, sampah dan lumpur pascabanjir masih sangat banyak menumpuk di lingkungan permukiman. Beberapa tahun lalu, bahwa warga di sini, terutama di Vila Nusa Indah melakukan unjuk rasa karena dinilai tak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Mereka justru ingin bergabung dengan Kota Bekasi:

    Berikut data dan fakta banjir di Bojongkulur pinggiran Kabupaten Bogor yang berdekatan dengan Kota Bekasi:

    Lokasi terdampak banjir:
    1. Perumahan Vila Nusa Indah 1
    2. Perumahan Vila Nusa Indah 2
    3. Perumahan Vila Nusa Indah 3
    4. Perumahan Bumi Mutiara
    5. Perumahan Vila Mahkota Pesona

    Ketinggian banjir pada 1 Januari: 1,5-4 meter

    Jumlah RW terdampak: 26 RW atau 160 RT
    Jumlah rumah terdampak: 6.669
    Jumlah korban terdampak: 26.240 jiwa
    Sakit berat: 121 orang
    Sakit sedang: 445 orang
    Sakit rungan: 1083 orang
    Pengungsi: 3.780 orang
    Pengungsi bayi: 19 orang
    Pengungsi balita: 44 orang
    Pengungsi ibu hamil: 19 orang
    Pengungsi Lansia: 106 orang

    Kerugian materi akibat banjir besar tersebut, di luar kendaraan bermotor : Rp 120 miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.