Bang Japar Kawal Gubernur Anies Dari Demonstrasi Banjir Jakarta

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berlangsungnya aksi tolak saham bir di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019. Pendemo meminta agar Gerindra DKI menyampaikan aspirasinya kepada anggota DPRD DKI lainnya yang menolak melepaskan saham DKI di PT Delta Djakarta. TEMPO/Melgi Anggia

    Poster dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berlangsungnya aksi tolak saham bir di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019. Pendemo meminta agar Gerindra DKI menyampaikan aspirasinya kepada anggota DPRD DKI lainnya yang menolak melepaskan saham DKI di PT Delta Djakarta. TEMPO/Melgi Anggia

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Masyarakat Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) menyatakan bakal turun dan mengawal Gubernur DKI, Anies Baswedan, yang akan didatangi massa aksi pada Selasa, 14 Januari 2020. Massa tersebut berencana menggelar demonstrasi ke Balai Kota dan memprotes kebijakan Anies saat terjadi banjir Jakarta. 

    Ketua Umum Bang Japar, Fahira Idris, mengatakan Bang Japar bakal datang ke Balai Kota DKI untuk memberi dukungan kepada Anies dan Pemprov DKI Jakarta agar terus fokus terhadap penanganan banjir. "Kami dukung gubernur untuk terus melanjutkan program-program penanggulangan banjir," kata Fahira melalui pesan singkatnya, Senin, 13 Januari 2020.

    Jika mau membandingkan, menurut anggota DPD DKI ini, data-data banjir dapat dilihat sejauh mana program pencegahan yang telah dilakukan pemerintah. Bahkan, kata dia, parameternya bisa dilihat dari kecamatan terdampak, kelurahan terdampak, warga terdampak, jumlah pengungsian, lama genangan, dan lainnya yang jauh berkurang.

    Fahira menyatakan demonstrasi merupakan hak warga negara dan dijamin undang-undang. Namun ia menilai ada sebagian warga yang menjadikan bencana banjir di ibu kota sebagai komoditas politik untuk menggerus citra Pemprov DKI dan Anies tanpa mau lihat fakta yang jelas. "Terkait banjir kita harus paham konstruksi penyebab banjir Jakarta," ujarnya.

    Bang Japar, kata dia, bakal menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan dan undang-undang yang berlaku dalam mengawal gubernur DKI dari massa yang bakal menggelar unjuk rasa Selasa besok. "Jika ada pihak-pihak yang memprovokasi kami akan serahkan penanganan kepada pihak keamanan," ujarnya.

    Sebelumnya, sekelompok massa berencana berunjuk rasa ke Balai Kota pada Selasa, 14 Januari 2020. Salah satu warga yang akan terlibat, Kris Cantra, menyebut demonstrasi bertujuan menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun dari jabatannya.

    "Gerebek Anies turun," kata Kris saat dihubungi Tempo, Senin, 13 Januari 2020. Dia  meminta Anies turun karena banjir melanda Ibu Kota di awal tahun ini. Ia juga menyinggung soal anggaran banjir namun tak merinci apa yang menjadi keresahannya.

    Menurut Kris, sekitar 50 organisasi akan turun ke jalan. Salah satunya ialah massa dari Suara Rakyat Jakarta Bersatu. Kris tak merinci jumlah anggota relawan yang akan ikut demonstrasi. "50 organisasi mungkin akan bertambah terus," ucap dia.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.