Anies Baswedan Didesak Mundur, Wakil Ketua DPRD DKI: Kurang Tepat

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam rapat tersebut, mereka membahas pencegahan dan penanganan dampak banjir. TEMPO/Subekti

    Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam rapat tersebut, mereka membahas pencegahan dan penanganan dampak banjir. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani menilai unjuk rasa sejumlah ormas yang menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur tidak tepat. Menurut dia, masyarakat sebaiknya menyampaikan aspirasi yang bersifat membangun DKI Jakarta dalam penanganan banjir.

    "Kalau yang disampaikan melengserkan kurang tepat," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani saat ditemui di kantornya Selasa 14 Desember 2019.

    Zita menyebukan bahwa saat ini pemerintah DKI Jakarta masih berfokus dalam membantu penanganan warga paska banjir. Karena itu, dia meminta masyarakat tak memvonis secara sepihak Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

    Dua kelompok ormas rencananya bakal berunjuk rasa di Balai Kota pada hari ini, Selasa 14 Januari 2020. Kelompok pertama merupakan kelompok yang kontra dengan langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengatasi banjir yang melanda Jakarta pada awal tahun kemarin.

    Massa yang menamakan dirinya sebagai Suara Rakyat Bersatu dan Jakarta Bergerak tersebut menuntut Anies untuk turun dari jabatannya. Kelompok yang diinisiasi oleh politiku PDI Perjuangan Dewi Tanjung tersebut menilai Anies tak mampu menangani banjir di DKI Jakarta.

    "Gerebek Anies turun," kata Koordinator Suara Rakyat Bersatu Sisca Rumondor saat dihubungi kemarin.

    Satu kelompok massa lainnya merupakan pendukung Anies Baswedan. Salah satu elemennya adalah Ormas Bang Japar. Ketua Umum sekaligus salah satu pendiri ormas tersebut, Fahira Idris, menyatakan bahwa demo yang mendesak Anies turun kurang tepat.

    Menurut Fahira, penanganan banjir Jakarta bukan hanya tanggung jawab Anies Baswedan saja, tetapi juga merupakan tanggung jawab Presiden Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.