Ahok Enggan Komentari Soal Desakan Anies Baswedan Mundur

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kombinasi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan. Tempo/Dhemas Reviyanto-Dian Triyuli Handoko

    Foto kombinasi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan. Tempo/Dhemas Reviyanto-Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, enggan menanggapi desakan sekelompok warga agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Mundur. Ia berseloroh tidak paham urusan demonstrasi.

    "Kalau soal demo aku gak tahu," katanya di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

    Menurut Ahok, ia kini berstatus "alumni" rumah tahanan Markas Komando Korps Brigade Mobil (Mako Brimob). Karena itu, dia mengaku tidak tahu lagi soal demonstrasi.

    "Aku, kan, sudah lulusan Mako Brimob. Sudah lupa aku," ucap dia.

    Ahok pernah mendekam di rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat karena terbukti menistakan agama Islam akibat pernyataanya soal Surat Al-Maidah ayat 51. Akibat ucapannya itu, Ahok pernah menjadi sasaran unjuk rasa ribuan masyarakat dalam serangkaian Aksi Bela Islam.

    Sementara Anies Baswedan mendapatkan desakan mundur dari kelompok masyarakat yang menamakan diri Suara Rakyat Bersatu. Mereka menilai Anies tak becus dalam penanganan banjir yang melanda Jakarta pada awal tahun ini. Kelompok yang digerakkan oleh Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung serta Permadi Arya alias Abu Janda tersebut rencananya akan menggelar demonstrasi di Balai Kota pada hari ini.

    Tak hanya didesak mundur, Anies Baswedan juga mendapatkan dukungan dari Organisasi Masyarakat Bang Japar. Ketua Umum Bang Japar, Fahira Idris, menilai demonstrasi Dewi Tanjung cs salah sasaran. Dia menilai Pemprov DKI Jakarta telah bekerja dengan baik dalam penanganan banjir Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.