Polisi Sempat Tangkap Belasan Pendemo Kawal Anies di Balai Kota

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah massa Masyarakat Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) mulai memadati jalan Merdeka Selatan di depan Balai Kota untuk menggelar aksi mengawal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selasa 14 Januari 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Sejumlah massa Masyarakat Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) mulai memadati jalan Merdeka Selatan di depan Balai Kota untuk menggelar aksi mengawal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selasa 14 Januari 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO,Jakarta- Polres Jakarta Pusat sempat menangkap belasan orang yang terlibat aksi kawal Gubernur Anies Baswedan saat demo di Balai Kota. "Diamankan, ada yang dicurigai provokator," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta AKPB Tahan Marpaung saat dihubungi Selasa 14 Januari 2020.

    Namun kata Tahan, mereka tersebut telah dilepaskan setelah sejumlah orang dari massa di depan Balai Kota menjamin bahwa belasan orang tersebut bagian dari massa pendukung Anies. "Ternyata mereka anggota massa yang di depan Balai Kota juga," ujarnya.

    Tahan mengatakan awalnya belasan orang tersebut ikut dengan beberapa massa yang mendekat ke arah Patung Kuda, lokasi tempat massa kontra Gubernur Anies menggelar aksi demo. Dan massa di tempat tersebut, mencurigai mereka sebagai provokator.

    "Saat itu massa minta bantu orang orang itu dibawa dari lokasi karena diduga provokator," ujarnya.

    Terpisah, salah seorang pengunjuk rasa, Lukman Abidin membenarkan ada anggota massa di depan Balai Kota yang dibawa oleh polisi. "Mereka massa yang aksi mengawal pak Anies," ujarnya.

    Lukman menyebutkan jumlah orang yang dibawa polisi tersebut sekitar 12 orang. Namun ia membantah jika belasan orang tersebut merupakan provokator. "Mereka bukan provokator," ujarnya.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.