Budianto Bantah AKBP Andi Sinjaya Minta Uang Rp 1 Miliar

Reporter

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama dan Kasat Reskim AKBP Andi Sinjaya Ghalib memperlihatkan barang bukti senjata api ilegal di Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Saat petugas melakukan penggeledahan di rumah AM, ditemukan tujuh senjata api ilegal dan ribuan butir amunisi. ANTARA/Laily Rahmawaty

TEMPO.CO, Jakarta - Budianto membantah tudingan yang menyebut Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Andi Sinjaya Ghalib, sebagai sosok yang meminta uang Rp 1 miliar untuk memuluskan sebuah kasus yang terkatung-katung.

Menurut dia, ada oknum pengacara yang meminta uang dengan mengatasnamakan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. "Oknum pengacara berinisial Al yang meminta uang," kata Budianto, Selasa, 14 Januari 2020.

Budianto juga menyampaikan permohonan maaf karena telah menyeret nama AKBP Andi Sinjaya ihwal pemberitaan pemerasan yang dituduhkan kepada Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan ini. Ia pun menuturkan latar belakang persoalan dirinya memberitahukan kepada pengamat polisi Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, karena mempertimbangkan laporan yang jalan ditempat sejak 2014.

"Saya meminta maaf kepada Pak Kasat. Saya tidak menduga sampai seperti ini," ujar Budianto.

Budianto menjelaskan kronologi permintaan uang senilai Rp 1 miliar itu disampaikan oleh seorang pengacara yang ditemui di salah satu kedai kopi di sebuah mal pada akhir Desember 2018. Dari pertemuan itu, ia menceritakan punya perkara yang sudah hampir dua tahun mandek di Polres Metro Jakarta Selatan.

Perkara tersebut adalah perebutan objek tidak bergerak di Jalan Kuningan Barat Raya No 29 seluas kurang lebih 400 meter persegi yang terjadi 4 Maret 2018. Menurut Budianto, perkara tersebut sudah berjalan namun kedua tersangka yakni MY dan S tidak kunjung juga ditahan atau diproses.

Dari pertemuan itu, Budianto mengharapkan perkaranya berjalan dan oknum pengacara yang mengatasnamakan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan tersebut menjanjikan akan menyelesaikan perkara dengan syarat tertentu. Syaratnya ialah Budianto harus menyerahkan uang sebesar Rp 1 miliar. "Katanya untuk operasional supaya penyidik tidak main-main lagi dan perkara berjalan," kata dia.

Ia tidak menyanggupi permintaan tersebut karena tidak punya uang. Budianto pun mengklaim punya bukti isi obrolan dengan pengacara tersebut. 

Di sisi lain, kesal karena perkara keduanya jalan di tempat hampir dua tahun, Budianto lantas melapor ke Indonesia Police Watch (IPW). "Saya lapor ke IPW 15 Desember 2019 karena murka. Laporan saya yang pertama 2014 sudah enam tahun mandek, sekarang laporan kedua saya mau dua tahun enggak juga jalan," sebut dia.

Kepada IPW, Budianto meminta agar perkaranya dirilis bahwa ada oknum penyidik yang meminta uang senilai Rp 1 miliar untuk perkaranya. Dalam laporan yang emosional tersebut ia mengaku tidak menjelaskan sosok yang meminta sejumlah uang. "Saya baru bilang itu penyidik tidak menyebutkan detail yang minta adalah oknum pengacara mengatasnamakan Kasat (Andi Sinjaya)," tuturnya.






Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

5 hari lalu

Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

Terdakwa kasus obstruction of justice, Arif Rachman Arifin pernah memerintahkan penyidik Polres Jakarta Selatan untuk merekayasa berita acara pemeriksaan (BAP).


Eks Kasatreskrim Polres Jaksel Akui Disodorkan Kronologi Berita Acara Interogasi Putri Pesanan Ferdy Sambo

8 hari lalu

Eks Kasatreskrim Polres Jaksel Akui Disodorkan Kronologi Berita Acara Interogasi Putri Pesanan Ferdy Sambo

Ridwan Soplanit, mengatakan penyidik mendapat kronologi tertulis untuk Berita Acara Interogasi (BAI) Putri Candrawathi berdasarkan pesanan Ferdy Sambo


Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

9 hari lalu

Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

Arif Rachman Arifin, mengatakan Ferdy Sambo meminta penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk memeriksa Putri Candrawathi di rumah pribadi


Penyidik Polres Jaksel Ungkap Kejanggalan Usai Lihat TKP Penembakan Brigadir J

16 hari lalu

Penyidik Polres Jaksel Ungkap Kejanggalan Usai Lihat TKP Penembakan Brigadir J

Briptu Martin Gabe Sahata mengatakan ada kejanggalan saat melihat TKP penembakan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat saat melakukan olah TKP


Pelaku Pemukulan di PTIK Mengaku sebagai Anak Kombes, Ibu Korban Mempertanyakan Visum

16 hari lalu

Pelaku Pemukulan di PTIK Mengaku sebagai Anak Kombes, Ibu Korban Mempertanyakan Visum

Ibu dari remaja berinisial FB, 16 tahun, yang diduga jadi korban pemukulan oleh seorang anak polisi berpangkat kombes belum terima hasil visum.


Anggota Polda Babel yang Ajak Istri Tersangka Kasus Narkoba Berhubungan Intim Resmi Ditahan

18 hari lalu

Anggota Polda Babel yang Ajak Istri Tersangka Kasus Narkoba Berhubungan Intim Resmi Ditahan

Seorang anggota Polda Bangka Belitung yang diduga melakukan pemerasan hingga berhubungan intim dengan istri tersangka kasus narkoba ditahan.


Dugaan Pemukulan Anak Kombes ke Teman Bimbel, Polisi Periksa Saksi

20 hari lalu

Dugaan Pemukulan Anak Kombes ke Teman Bimbel, Polisi Periksa Saksi

Seorang remaja yang mengaku anak Kombes diduga memukul rekan bimbelnya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).


Anggota Polisi Dilaporkan karena Diduga Berhubungan Intim dengan Istri Tersangka Kasus Narkoba

21 hari lalu

Anggota Polisi Dilaporkan karena Diduga Berhubungan Intim dengan Istri Tersangka Kasus Narkoba

Seorang anggota Polda Bangka Belitung dilaporkan lantaran diduga melakukan pemerasan dan tindak asusila terhadap istri tersangka kasus narkoba.


Mengaku Anak Kombes, Remaja Diduga Pukul Teman Bimbel Masuk Akpol di PTIK

21 hari lalu

Mengaku Anak Kombes, Remaja Diduga Pukul Teman Bimbel Masuk Akpol di PTIK

Seorang ibu melapor ke polisi jika anaknya diduga dipukul dan dianiaya oleh teman bimbelnya yang mengaku anak seorang komisaris besar (Kombes) polisi


Kasus Konten Prank KDRT Baim Wong Masih Berlanjut, Polisi Periksa Pelapor

27 hari lalu

Kasus Konten Prank KDRT Baim Wong Masih Berlanjut, Polisi Periksa Pelapor

Polres Jakarta Selatan memeriksa pelapor Baim Wong dalam perkara konten prank laporan polisi soal KDRT pada 1 Oktober 2022 di Polsek Kebayoran Baru.