Hama Ulat Bulu Serbu Perumahan Warga di Ciputat Tangerang Selatan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ulat bulu. TEMPO/Tony Hartawan

    Ulat bulu. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Hama ulat bulu terjadi di komplek perumahan Hakiki yang berada di kelurahan Serua Rt 05 Rw 02, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Ulat bulu yang menyerang pemukiman ini terjadi sudah sejak satu pekan yang lalu.

    "Ini ulat bulu muncul sekitar satu minggu yang lalu, banyak banget sampai nempel di tembok lalu di bakar nanti ada lagi ulet bulunya," kata Nadi, 38 tahun, petugas keamanan komplek, Rabu 15 Januari 2020.

    Menurut Nadi, selain di jalanan dan tembok luar, ulat bulu juga memasuki sebagian rumah warga, akibatnya warga mengalami gatal- gatal.

    "Kalau ada yang jemur handuk di luar rumah, biasanya pemilik tidak melihat lagi dan tidak di periksa handuknya, ternyata ulat bulu nempel di handuk dan membuat gatal- gatal," ujarnya.

    Warga mencari ulat bulu yang merayap di sekitar rumah warga di jalan Sholeh Iskandar, Bogor, Jawa Barat, 27 Maret 2016. Aktivitas warga terganggu karena merasa resah dengan adanya ribuan ulat bulu yang dapat menyebabkan menyebabkan panas dan gatal-gatal pada kulit. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Nadi juga memgatakan bahwa petugas pemadam kebakaran sudah menyemprotkan cairan untuk mengusir hama ulat bulu tersebut, semprotan itu diakui mengurangi banyaknya ulat bulu di komplek tersebut.

    "Tahun lalu juga ada ulat bulu yang keluar tapi tahun ini sepertinya lebih banyak ulat bulunya , kemarin sudah di semprot menggunakan air dan campuran cairan gitu sama petugas pemadam kebakaran," ungkapnya.

    Pantauan di lokasi, ulat bulu yang berwarna hitam corak kuning dan putih itu terlihat masih banyak merayap di tembok pos keamanan, pagar pintu masuk komplek dan di jalanan yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.