Jalan Berlubang Akibat Hujan di Mampang, Sudin DKI: Sudah Mulus

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintasi underpass Mampang-Kuningan saat dibuka untuk uji coba hari pertama, Jakarta, 11 April 2018. Pada hari pertama uji coba, kemacetan masih terjadi di dua titik. Kemacetan pertama terjadi di Jalan Gatot Subroto dari depan Balai Kartini menuju Simpang Mampang-Kuningan. Kemacetan kedua terjadi di Jalan Terusan H.R. Rasuna Said dari arah Senopati atau Kapten Tendean menuju Simpang Mampang-Kuningan.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah kendaraan melintasi underpass Mampang-Kuningan saat dibuka untuk uji coba hari pertama, Jakarta, 11 April 2018. Pada hari pertama uji coba, kemacetan masih terjadi di dua titik. Kemacetan pertama terjadi di Jalan Gatot Subroto dari depan Balai Kartini menuju Simpang Mampang-Kuningan. Kemacetan kedua terjadi di Jalan Terusan H.R. Rasuna Said dari arah Senopati atau Kapten Tendean menuju Simpang Mampang-Kuningan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sempat berlubang pada awal Januari 2020 karena hujan, kini Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, kembali mulus. Perbaikan jalan rusak itu dilakukan oleh petugas Suku Dinas Bina Marga DKI.

    Pada Rabu, 15 Januari 2020, lubang-lubang kecil dan lebar yang bertebaran di Jalan Mampang Prapatan sebelum Halte Duren Tiga sudah tidak lagi terlihat. Pengendara bisa lancar melaju di atas aspal.

    Kasie Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Agus Indroyono mengatakan jalan berlubang akibat hujan terdapat di sejumlah wilayah di Jakarta Selatan.

    "Jalan rusak terdata oleh kami, ada di wilayah Jagakarsa, Cilandak, Mampang Prapatan, Setiabudi, Kebayoran Baru, Pancoran dan Tebet," kata Agus.

    Agus menyebutkan total ada 57 titik jalan rusak berlubang dan bolong yang tersebar di tujuh kecamatan tersebut. Namun jalan yang berlubang tersebut telah diperbaiki dan pengerjaan pengaspalannya dilakukan dalam waktu relatif singkat sehingga pengguna jalan dapat kembali melintas dengan lancar.

    Ia menyebutkan, pengerjaan perbaikan jalan dimulai sejak Kamis, 2 Januari hingga Selasa 7 Januari 2020 dengan menerjunkan 120 pekerja dan alat pendukungnya.

    Upaya pengerjaan dilakukan dengan sistem aspal dingin (cold mix) sebagai upaya penanganan sementara agar jalan kembali bisa dilalui oleh pengendara dalam waktu singkat.

    Perbaikan dilakukan dengan cepat karena peralihan tahun anggaran dan faktor cuaca sehingga penanganan secara permanen menggunakan aspal panas campur (hot mix) baru bisa dilakukan setelah anggaran ditetapkan dan cuaca sudah tidak lagi hujan.

    "Kami punya persediaan 10 ribu 'cold mix' yang bisa segera digunakan untuk perbaikan jalan rusak di masa transisi ini," kata Agus, yang kini bertugas di Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

    Agus menambahkan, Sudin Bina Marga Jakarta Selatan memonitor pengaduan masyarakat terkait jalan rusak dan berlubang. Selain itu juga ada petugas di lapangan yang berkeliling memantau kondisi jalan. "Kita ada aplikasi pengaduan warga di aplikasi CRM (Citizen Relations Management), kita juga memonitor lewat sosial media dan patroli petugas di lapangan," katanya.

    Laporan ini membantu Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan segera memperbaiki jalan-jalan rusak dan berlubang untuk segera ditangani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.