Radius Suara Toa Peringatan Banjir Capai 300 Meter

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur mengevakuasi warga saat terjebak banjir di Kampung Pulo, Jakarta, Kamis 2 Januari 2020. Berbagai instasi turut membantu seperti Polri, Basarnas, dan Komunitas Pecinta Alam. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Petugas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur mengevakuasi warga saat terjebak banjir di Kampung Pulo, Jakarta, Kamis 2 Januari 2020. Berbagai instasi turut membantu seperti Polri, Basarnas, dan Komunitas Pecinta Alam. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Muhammad Insyaf menyatakan radius suara pengeras suara atau toa peringatan banjir cukup jauh. "Jaraknya bisa mencapai 300 meter," kata Insyaf saat dihubungi, Kamis, 16 Januari 2020.

    Insyaf menyebutkan alat Disaster Warning System atau DWS ini terdiri dari empat pengeras suara atau toa yang dipasang di satu tiang mengarah ke empat penjuru mata angin.

    Insyaf menyebutkan DWS tersebut terkoneksi dengan sistem peringatan dini banjir. Saat tinggi muka air mencapai siaga III, DWS secara otomatis akan membunyikan sirene sebagai peringatan banjir kepada masyarakat.

    "Ini berbunyi saat pintu air siaga III, bersamaan dengan peringatan dini yang dikirimkan sms blast dan Whatsapp group kelurahan-kelurahan," ujarnya.

    Insyaf menambahkan untuk tahun ini BPBD akan membangun DWS baru di enam kelurahan rawan banjir yaitu di Bukit Duri, Kebon Baru, Kendang Kali Angke, Cengkareng Barat, Rawa Terate dan Marunda.

    Insyaf menyebutkan untuk pembangunan enam DWS ini DKI telah menyiapkan anggaran Rp 4,03 miliar. "Sesuai dengan harga yang ada di e-budgeting Pemprov DKI," ujarnya.

    Saat ini Pemerintah DKI telah memiliki DWS di 14 titik rawan banjir yaitu di Ulujami, Petogogan, Cipulir, Pengadegan, Cilandak Timur, Pejaten Timur, Rawa Buaya, Kapuk, Kembangan Utara, Kampung Melayu, Bidara Cina, Cawang, Cipinang Melayu, dan Kebon Pala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.