Masih Ada 150 Pengungsi Banjir Jakarta di Pancoran

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Slank  Kaka (kiri) berbicara dengan para warga pengungsi banjir di posko Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Kebon Baru, Tebet, Jakarta, Rabu (16/1) malam. ANTARA/Pey Hardi Subiantoro

    Vokalis Slank Kaka (kiri) berbicara dengan para warga pengungsi banjir di posko Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Kebon Baru, Tebet, Jakarta, Rabu (16/1) malam. ANTARA/Pey Hardi Subiantoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan masih membuka layanan kesehatan bagi pengungsi banjir Jakarta, khususnya di wilayah Pengadegan, Pancoran.

    "Layanan kesehatan untuk korban banjir masih tersedia di GOR Pangadegan. Layanan ini di jadwal jam 09.00-10.00 dan 14.00-15.00," kata Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan Helmi saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis 16 januari 2020.

    Layanan kesehatan dilaksanakan oleh PKM Pancoran. Berdasarkan data PMI Jaksel masih ada sekitar 150 warga yang bertahan di pengungsian karena masih memiliki balita dan khawatir ada banjir susulan.

    "Layanan kesehatan selama banjir dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan dan pengobatan kepada para pengungsi hingga trauma healing," katanya.

    kendati banjir telah surut, layanan kesehatan masih terus diberikan berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan kepada para pengungsi. Selain itu juga diberikan edukasi berupa penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) termasuk cuci tangan pakai sabun (CTPS).

    "Kami juga memberikan penyuluhan tentang penyakit-penyakit pascabanjir, cara menghindari dan gejalanya seperti apa, mereka diminta agar segera cek ke petugas kesehatan bila menemukan gejala," kata Helmi.

    Dilakukan pula Pemberian Makanan Tambahan (PMT) baik kepada balita maupun ibu hamil yang menjadi pengungsi banjir Jakarta. "Juga dilakukan desinfeksi untuk rumah-rumah setelah dibersihkan dan penyemprotan dengan mobil tangki kerja sama dengan Dinas Pertamanan dan Damkar dengan kesehatan untuk desinfeksi fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah," kata Helmi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.